Selasa, 03 April 2012

Jenis Tanah


ALFISOLS
1.      Gejala redoksimorfik pada semua lapisan diantara batas bawah horizon Ap atau kedalaman 25 cm dibawah permukaan tanah mineral, mana saja yang lebih dalam, dan kedalamn 40 cm dan pada 12,5 cm bagian atas horizon argilik, natrik, glosik, atau kandik dan memiliki satu sifat berikut :
·         Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks berkroma 2 atau kurang pada permukaan ped dan terdapat konsentrasi redoks didalam ped atau,
·         Konsentrasi redoks dan 50 % atau lebih deplesi redoks berkroma 2 atau kurang didalam matrik, atau
·         Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks berkroma 1 atau kurang pada permukaan ped atau didalam matrik, atau keduanya.
2.      Pada horizon-horison mempunyai kondisi akuik, mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah tidak sedang diirigasi.
ANDISOLS
1.      Epipedon histik
2.      Suatu lapisan diatas kontak densik litik, atau paralitik, atau suatu lapisan diantara kedalaman 40 cm dan 50 cm dari permukaan tanah mineral atau dari batas atas lapisan organic yang mempunyai sifat-sifat tanah andik, mana saja yang lebih dangkal, mempunyai kondisi akuik pada sebagian waktu pada tahun-tahun normal (atau telah didrainase) dan memiliki satu atau lebih sifat berikut :
·         Konsentrasi redoks sebesar 2 % atau lebih
·         Value warna, lembab, 4 atau lebih dan 50 % atau lebih 2 kroma, baik pada deplesi redoks dipermukaan ped atau didalam matriks apabila tidak terdapat ped
·         Mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah tidak sedang diirigasi
ARIDISOLS
1.      Aridisols yang mempunyai rejim suhu tanah cryik
2.      Aridisols lain yang mempunyai horizon salik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah.
3.      Aridisols lain yang mempunyai duripan yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah.
4.      Aridisols lain yang mempunyai horizon gipsik atau petrogipsik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah dan tidak memiliki horizon petrokalsik diatas horizon-horison tersebut,
ENTISOLS
1.      Kondisi akuik dan bahan sulfidik didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral
2.      Selalu jenuh air dan matriksnya tereduksi pada semua horizon dibawah kedalaman 25 cm dari permukaan tanah mineral
3.      Pada suatu lapisan diatas kontak densik, litik, atau paralitik atau lapisan diantara kedalaman 40 cm dan 50 cm dibawah permukaan tanah mineral mana saja yang lebih dangkal, memiliki kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal (atau telah didrainase)
GELISOLS
1.      Terdapat diatas bahan sinderi, fragmental, atau batuapung, dan/atau sebagai pengisi celah-celahnya, dan langsung dibawahnya terdapat kontak densik, litik, atau paralitik
2.      Apabila diperhitungkan dengan bahan sinderi, fragmental, atau batuapung dibawahnya, bahan tanah organic mencapai ketebalan total 40 cm atau lebih diantara permukaan tanah dan kedalaman 50 cm
3.      Jenuh air selama 30 hari kumulatif atau lebih dalam tahun-tahun normal ( atau telah didrainase) dan mempunyai 80 % atau lebih berdasarkan volume, bahan tanah organic dari permukaan tanah sampai kedalaman 50 cm atau lapisan glasik atau kontak densik, litik atau paralitik mana saja yang paling dangkal.
HISTOSOLS
1.      Mempunyai bahan tanah fibrik lebih tebal dibandingkan dengan bahan tanah organic yang lain pada salah satu berikut :
·         Pada bahan tanah organic bagian tier bawah apabila tidak terdapat lapisan mineral yang kontinyu setebal 40 cm atau lebih yang batas atasnya didalam tier bawah
·         Pada kombinasi ketebalan bahan tanah organic bagian tier permukaan dan bawah, apabila terdapat lapisan mineral kontinyu setebal 40 cm atau lebih yang batas atasnya didalam tier bawah
2.      Jenuh air selama kurang dari 30 hari kumulatif dalam tahun-tahun normal (dan tidak sedang didrainase)
3.      Tidak mempunyai horizon sulfuric yang batas atasnya didalam 50 cm dari permukaan tanah
4.      Tidak mempunyai bahan induk sulfidik didalam 100 cm dari permukaan tanah.
INCEPTISOLS
1.      Pada lapisan diatas kontak densik, litik atau paralitik atau lapisan dianatara kedalaman 40 cm dan 50 cm dari permukaan tanah mineral mana saja yang lebih dangkal memiliki kondisi akuik selama sebagian waktu pada tahun-tahun normal (atau telah didrainase) dan mempunyai satu atau lebih sifat :
·         Epipedon histik
·         Horizon sulfuric yang batas atasnya didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Suatu lapisan langsung dibawah epipedon, atau didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral  pada 50 % atau lebih permukaan ped atau didalam matriks apabila tidak terdapat ped
·         Mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah tidak sedang diirigasi
2.      Mempunyai rasio natrium dapat tukar (ESP) sebesar 15 % atau lebih (atau rasio adsorpsi natrium {SAR} sebesar 13 % atau lebih) pada setengah atau lebih volume tanah didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, penurunan nilai ESP atau SAR mengikuti peningkatan kedalaman yang berada dibawah 50 cm dan air tanah didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral selama sebagian waktu dalam setahun
MOLLISOLS
1.      Horizon argilik atau natrik
2.      Horizon albik setebal 2,5 cm atau lebih berkroma 2 atau kurang, yang batas bawahnya 18 cm atau lebih dipermukaan tanah mineral dan langsung dibawah epipedon molik atau horizon-horison terpisah yang masing-masing memenuhi semua persyaratan epeipedon molik
3.      Pada satu subhorison atau lebih dari horizon albik dan/atau  horizon argilik atau natrik didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral memiliki konsentrasi redoks berbentuk masa atau konkresi atau keduanya dan memiliki juga kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal (atau telah didrainase.
OXISOLS
1.      Epipedon histik
2.      Epipedon dengan value warna , lembab, 3 atau kurang langsung dibawahnya terdapat satu horizon berkroma 2 atau kurang.
3.      Konsentrasi redoks yang jelas atau nyata didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, pada suatu epipedon dan horizon yang langsung dibawahnya
4.      Didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyrridyl ketika tanah sedang tidak diirigasi.
SPODOSOLS
1.      Epipedon histik
2.      Didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral memiliki gejala redoksimorfik pada horizon albik atau spodik.
3.      Mempunyai rejim suhu tanah cryik
4.      Mempunyai karbon organic sebesar 6 % atau lebih pada suatu lapisan setebal 10 cm atau lebih didalam horizon spodik.
ULTISOLS
1.      Gejala redoksimorfik pada semua lapisan diantara batas bawah horizon Ap atau kedalaman 25 cm dibawah permukaan tanah mineral, mana saja yang lebih dalam, dan kedalamn 40 cm dan pada 12,5 cm bagian atas horizon argilik, natrik, glosik, atau kandik dan memiliki satu sifat berikut :
·         Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks berkroma 2 atau kurang pada permukaan ped dan terdapat konsentrasi redoks didalam ped atau,
·         Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks berkroma 1 atau kurang pada permukaan ped atau didalam matrik, atau keduanya.
·         Konsentrasi redoks yang jelas atau nyata dan 50 % atau lebih matriksnya mempunayi hue 2,5 Y atau 5 Y dan memiliki juga rejim suhu termik, isotermik atau lebih panas
2.      Didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah tidak sedang diirigasi.
VERTISOLS
1.      Didalam lebih dari setengah setiap pedonnya pada 50 % atau lebih permukaan ped atau didalam matrik apabila tidak terdapat ped
·         Kroma 2 atau kurang apabila terdapat konsentrasi redoks
·         Kroma 1 atau kurang
2.      Mengandung cukup besi fero (fe) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridyl ketika tanah tidak sedang diirigasi.
3.      Rejim suhu tanah termik, mesik atau frigid.

1 komentar: