Senin, 02 April 2012

Aritmia (Gangguan Irama Jantung)


GANGGUAN IRAMA JANTUNG
(ARITMIA/DISRITMIA)

A.        Pendahuluan
Istilah disritmia dan aritmia pada dasarnya mempunyai maksud yang sama, meskipun disritmia diartikan sebagai abnormalitas irama jantung sedangkan aritmia berate tidak adanya irama. Sekarang lebih banyak digunakan istilah disritmia.
Dalam keadaan fisiologis, pembentukan irama jantung bermula pada nodus sinoatrial (nodus SA) yang terletak pada dinding atrium kanan dekat muara vena kava superior. Rangsang yang terbentuk keluar dari nodus SA ini kemudian menyebar ke seluruh dinding atrium dan sampai ke nodus atrioventrikular (nodus AV)  yang terletak di dasar atrium kanan di atas katup tricuspid, tepat disebelah kanan  septum interatrial (dalam dinding atrium terdapat 3 buah jaras penghantar preferensial antara nodus SA dan nodus AV).
B.        Definisi
Disritmia adalah perubahan pada frekuensi dan irama jantung yang disebabkan oleh konduksi elektrikal abnormal atau otomatis. Disritmia merupakan gangguan system penghantaran jantung dan bukan struktur jantung.
C.        Etiologi
Etiologi disritmia dalam garis besarnya dapat disebabkan oleh:
1.     Peradangan jantung, misalnya demam reumatik, peradangan miokard (miokarditis karena infeksi)
2.     gangguan sirkulasi koroner (aterosklerosis koroner atau spasme arteri koroner, misalnya iskemia miokard, infark miokard.
3.     Karena obat (intoksikasi antara lain oleh digitalis, quinidin, dan obat-obat anti aritmia lainnya.
4.     Gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemia, hipokalemi)
5.     Gangguan pada pengaturan susunan saraf autonom yang mempengaruhi kerja dan irama  jantung.
6.     Gangguan psikoneurotik dan susunan saraf pusat
7.     Gangguan metabolic (asidosis, alkalosis)
8.     Gangguan endokrin (hipertiroidisme, hipotiroidisme)
9.     Gangguan irama jantung atau gagal jantung
10.  Gangguan irama jantung karena kardiomiopati atau tumor jantung
11.  Gangguan irama jantung karena penyakit degenerasi (fibrosis system konduksi jantung).
Adapun factor-faktor yang dapat mencetuskan disritmia, yaitu:
  1. Obat-obatan, terutama obat-obat kelas IA (kinidin, disopiramid, prokainamid) dan IC (flekainid, propafenon), digitalis, antidepresan trisiklik, teofilin.
  2. Gangguan keseimbangan elektrolit dan gas darah terutama hipo dan hiperkalemia, asidosis.
  3. Payah jantung kongestif: akibat terjadinya aktivasi neurohumoral.
  4. Kelainan jantung dan aritmogenik: sindrom wolf Parkinson white, dan sindrom QT panjang.
  5. Gangguan ventilasi, infeksi, anemia, hipotensi dan renjatan: bisa terjadi takikardi superventrikuler.
  6. Tirotoksikosis menimbulkan fibrilasi dan flutter atrium.

D.        Jenis Disritmia
  1. Disritmia nodus sinus, terdiri dari:
a.     Bradikardi sinus
b.     Takikardi sinus
  1. Disritmia atrium, terdiri dari:
a.     Premature atrium contraction
b.     Paroxysmal atrium tachicardi
c.     Flutter atrium
d.     Atrium fibrilasi
  1. Disritmia ventrikel, terdiri dari:
a.     Premature ventrikel contraction
b.     Ventrikel bigemini
c.     Ventrikel tachicardi
d.     Ventrikel fibrilasi
  1. Abnormalitas hantaran, terdiri dari:
a.     AV block first degree
b.     AV block second degree
                      i.        AV block second degree type 1
                     ii.        AV block second degree type 2
c.     AV block third degree (total AV block)
  1. Asistole ventrikel

E.        Patofisiologi
Gangguan irama jantung secara elektrofisiologi dapat disebabkan oleh:
  1. Gangguan pembentukan rangsang
Gangguan ini dapat terjadi secara aktif atau pasif. Bila gangguan rangsang terbentuk secara aktif di luar urutan yang jaras hantaran normal, seringkali menimbulkan gangguan irama ektopik, dan bila terbentuk secara pasif sering menimbulkan escape rhythm (irama pengganti).

۩      Irama ektopik timbul karena pembentukan rangsang ektopik secara aktif dan fenomena reentry.
۩      Escape beat (denyut pengganti) ditimbulkan bila rangsang normal tidak atau belum sampai pada waktu tertentu dari irama normal, sehingga bagian jantung yang belum atau tidak mendapat rangsang itu bekerja secara otomatis untuk mengeluarkan rangsangan intrisik yang memacu jantung berkontraksi. Kontraksi inilah yang dikenal sebagai denyut pengganti (escape beat).
۩      Active ectopic firing terjadi pada keadaan dimana terdapat kenaikan kecepatan automasi pembentukan rangsang pada sebagian otot jantung yang melebihi keadaan normal, atau mengatasi irama normal.
۩      Reentry terjadi bila pada sebagian otot jantung terjadi blockade indirectional (blockade terhadap rangsang dalam arah antegrad), dimana rangsang dari arah lain dapat masuk kembali secara retrograde melalui bagian yang mengalami blockade tadi. Setelah masa refrakternya dilampaui. Keadaan ini menimbulkan rangsang baru secara ektopik. Bila reentry terjadi secara cepat dan berulang-ulang atau tidak teratur (pada beberapa tempat), maka dapat menimbulkan  keadaan takikardi ektopik atau fibrilasi.
  1. Gangguan penghantaran rangsang (konduksi) jantung
Kelainan irama jantung dapat disebabkan oleh hambatan pada hantaran (konduksi) aliran rangsang yang disebut blockade. Hambatan tersebut mengkibatkan tidak adanya aliran rangsang yang sampai ke bagian miokard yang seharusnya menerima rangsang untuk dimulai kontraksi. Blockade ini dapat terjadi pada tiap bagian system hantaran rangsang mulai dari sinus SA, sinus AV, berkas his, dan serabut purkinjedalam miokard.
  1. Gangguan pembentukan dan  penghantaran rangsang (konduksi) jantung
Gangguan irama jantung dapat terjadi sebagai akibat gangguan pembentukan rangsang bersama gangguan hantaran rangsang.
F.        Manifestasi Klinis
Kebanyakan manifestasi klien dengan aritmia tidak  disadari, sehingga terdeteksi pada saat rasa yang tidak nyaman seperti berdebar-debar, palpitasi, atau adanya denyut jantung yang berturut-turut bertambah serta adanya irama denyut yang tidak teratur. Keadaan ini tidak terlalu membahayakan,  jika tidak terjadi gangguan hemodinamik. Tetapi manifestasi klinik pada klien dengan aritmia yang berbahaya adalah klien merasakan nyeri dada, pusing, bahkan keadaan yang lebih serius kemungkinan klien ditemukan meninggal mendadak. Hal itu dikarenakan pasokan darah yang mengandung nutrient dan oksigen yang  dibutuhkan ke jaringan tubuh tidak mencukupi sehingga aktivitas/kegiatan metabolisme jaringan terganggu. Adapun penampilan klinis klien sebagai berikut:
    1. anxietas
    2. gelisah
    3. capek dan lelah serta gangguan aktivitas
    4. palpitasi
    5. nyeri dada
    6. vertigo, syncope
    7. tanda dan gejala sesak, crakles
    8. tanda hipoperfusi
G.        Pemeriksaan Diagnostik
a.     Elektrokardiogram
b.     Holter
c.     Elektrofisiologi
H.        Penanganan
a.     Masase Kritis
b.     Obat anti aritmia
c.     Pemasangan pacu jantung sementara
d.     Penanganan menggunakan alat kejut listrik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar