ALFISOLS
1. Gejala
redoksimorfik pada semua lapisan diantara batas bawah horizon Ap atau kedalaman
25 cm dibawah permukaan tanah mineral, mana saja yang lebih dalam, dan kedalamn
40 cm dan pada 12,5 cm bagian atas horizon argilik, natrik, glosik, atau kandik
dan memiliki satu sifat berikut :
·
Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks
berkroma 2 atau kurang pada permukaan ped dan terdapat konsentrasi redoks
didalam ped atau,
·
Konsentrasi redoks dan 50 % atau lebih
deplesi redoks berkroma 2 atau kurang didalam matrik, atau
·
Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks
berkroma 1 atau kurang pada permukaan ped atau didalam matrik, atau keduanya.
2. Pada
horizon-horison mempunyai kondisi akuik, mengandung cukup besi fero aktif untuk
dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah
tidak sedang diirigasi.
ANDISOLS
1. Epipedon
histik
2. Suatu
lapisan diatas kontak densik litik, atau paralitik, atau suatu lapisan diantara
kedalaman 40 cm dan 50 cm dari permukaan tanah mineral atau dari batas atas
lapisan organic yang mempunyai sifat-sifat tanah andik, mana saja yang lebih
dangkal, mempunyai kondisi akuik pada sebagian waktu pada tahun-tahun normal
(atau telah didrainase) dan memiliki satu atau lebih sifat berikut :
·
Konsentrasi redoks sebesar 2 % atau
lebih
·
Value warna, lembab, 4 atau lebih dan 50
% atau lebih 2 kroma, baik pada deplesi redoks dipermukaan ped atau didalam
matriks apabila tidak terdapat ped
·
Mengandung cukup besi fero aktif untuk
dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah tidak
sedang diirigasi
ARIDISOLS
1. Aridisols
yang mempunyai rejim suhu tanah cryik
2. Aridisols
lain yang mempunyai horizon salik yang batas atasnya didalam 100 cm dari
permukaan tanah.
3. Aridisols
lain yang mempunyai duripan yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan
tanah.
4. Aridisols
lain yang mempunyai horizon gipsik atau petrogipsik yang batas atasnya didalam
100 cm dari permukaan tanah dan tidak memiliki horizon petrokalsik diatas
horizon-horison tersebut,
ENTISOLS
1. Kondisi
akuik dan bahan sulfidik didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral
2. Selalu
jenuh air dan matriksnya tereduksi pada semua horizon dibawah kedalaman 25 cm
dari permukaan tanah mineral
3. Pada
suatu lapisan diatas kontak densik, litik, atau paralitik atau lapisan diantara
kedalaman 40 cm dan 50 cm dibawah permukaan tanah mineral mana saja yang lebih
dangkal, memiliki kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal
(atau telah didrainase)
GELISOLS
1. Terdapat
diatas bahan sinderi, fragmental, atau batuapung, dan/atau sebagai pengisi
celah-celahnya, dan langsung dibawahnya terdapat kontak densik, litik, atau
paralitik
2. Apabila
diperhitungkan dengan bahan sinderi, fragmental, atau batuapung dibawahnya,
bahan tanah organic mencapai ketebalan total 40 cm atau lebih diantara permukaan
tanah dan kedalaman 50 cm
3. Jenuh
air selama 30 hari kumulatif atau lebih dalam tahun-tahun normal ( atau telah
didrainase) dan mempunyai 80 % atau lebih berdasarkan volume, bahan tanah
organic dari permukaan tanah sampai kedalaman 50 cm atau lapisan glasik atau
kontak densik, litik atau paralitik mana saja yang paling dangkal.
HISTOSOLS
1. Mempunyai
bahan tanah fibrik lebih tebal dibandingkan dengan bahan tanah organic yang
lain pada salah satu berikut :
·
Pada bahan tanah organic bagian tier
bawah apabila tidak terdapat lapisan mineral yang kontinyu setebal 40 cm atau
lebih yang batas atasnya didalam tier bawah
·
Pada kombinasi ketebalan bahan tanah
organic bagian tier permukaan dan bawah, apabila terdapat lapisan mineral
kontinyu setebal 40 cm atau lebih yang batas atasnya didalam tier bawah
2. Jenuh
air selama kurang dari 30 hari kumulatif dalam tahun-tahun normal (dan tidak
sedang didrainase)
3. Tidak
mempunyai horizon sulfuric yang batas atasnya didalam 50 cm dari permukaan
tanah
4. Tidak
mempunyai bahan induk sulfidik didalam 100 cm dari permukaan tanah.
INCEPTISOLS
1. Pada
lapisan diatas kontak densik, litik atau paralitik atau lapisan dianatara
kedalaman 40 cm dan 50 cm dari permukaan tanah mineral mana saja yang lebih
dangkal memiliki kondisi akuik selama sebagian waktu pada tahun-tahun normal
(atau telah didrainase) dan mempunyai satu atau lebih sifat :
·
Epipedon histik
·
Horizon sulfuric yang batas atasnya
didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral.
·
Suatu lapisan langsung dibawah epipedon,
atau didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral
pada 50 % atau lebih permukaan ped atau didalam matriks apabila tidak
terdapat ped
·
Mengandung cukup besi fero aktif untuk
dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah
tidak sedang diirigasi
2. Mempunyai
rasio natrium dapat tukar (ESP) sebesar 15 % atau lebih (atau rasio adsorpsi
natrium {SAR} sebesar 13 % atau lebih) pada setengah atau lebih volume tanah
didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, penurunan nilai ESP atau SAR
mengikuti peningkatan kedalaman yang berada dibawah 50 cm dan air tanah didalam
100 cm dari permukaan tanah mineral selama sebagian waktu dalam setahun
MOLLISOLS
1. Horizon
argilik atau natrik
2. Horizon
albik setebal 2,5 cm atau lebih berkroma 2 atau kurang, yang batas bawahnya 18
cm atau lebih dipermukaan tanah mineral dan langsung dibawah epipedon molik
atau horizon-horison terpisah yang masing-masing memenuhi semua persyaratan
epeipedon molik
3. Pada
satu subhorison atau lebih dari horizon albik dan/atau horizon argilik atau natrik didalam 100 cm
dari permukaan tanah mineral memiliki konsentrasi redoks berbentuk masa atau
konkresi atau keduanya dan memiliki juga kondisi akuik selama sebagian waktu
dalam tahun-tahun normal (atau telah didrainase.
OXISOLS
1. Epipedon
histik
2. Epipedon
dengan value warna , lembab, 3 atau kurang langsung dibawahnya terdapat satu
horizon berkroma 2 atau kurang.
3. Konsentrasi
redoks yang jelas atau nyata didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, pada
suatu epipedon dan horizon yang langsung dibawahnya
4. Didalam
50 cm dari permukaan tanah mineral mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat
memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyrridyl ketika tanah sedang
tidak diirigasi.
SPODOSOLS
1. Epipedon
histik
2. Didalam
50 cm dari permukaan tanah mineral memiliki gejala redoksimorfik pada horizon
albik atau spodik.
3. Mempunyai
rejim suhu tanah cryik
4. Mempunyai
karbon organic sebesar 6 % atau lebih pada suatu lapisan setebal 10 cm atau
lebih didalam horizon spodik.
ULTISOLS
1. Gejala
redoksimorfik pada semua lapisan diantara batas bawah horizon Ap atau kedalaman
25 cm dibawah permukaan tanah mineral, mana saja yang lebih dalam, dan kedalamn
40 cm dan pada 12,5 cm bagian atas horizon argilik, natrik, glosik, atau kandik
dan memiliki satu sifat berikut :
·
Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks
berkroma 2 atau kurang pada permukaan ped dan terdapat konsentrasi redoks
didalam ped atau,
·
Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks
berkroma 1 atau kurang pada permukaan ped atau didalam matrik, atau keduanya.
·
Konsentrasi redoks yang jelas atau nyata
dan 50 % atau lebih matriksnya mempunayi hue 2,5 Y atau 5 Y dan memiliki juga
rejim suhu termik, isotermik atau lebih panas
2. Didalam
50 cm dari permukaan tanah mineral, mengandung cukup besi fero aktif untuk
dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah
tidak sedang diirigasi.
VERTISOLS
1. Didalam
lebih dari setengah setiap pedonnya pada 50 % atau lebih permukaan ped atau
didalam matrik apabila tidak terdapat ped
·
Kroma 2 atau kurang apabila terdapat
konsentrasi redoks
·
Kroma 1 atau kurang
2. Mengandung
cukup besi fero (fe) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha,
alpha dipyridyl ketika tanah tidak sedang diirigasi.
3. Rejim
suhu tanah termik, mesik atau frigid.