Kamis, 19 April 2012

Proses Pembuatan Roti

 MEMBUAT ROTI YANG UENAK...
Bahan :

  • 650 gr       Tepung terigu protein tinggi ( pakai tepung Cakra)
  •   11 gr       Ragi instan ( pakai Fermipan)
  •   30 gr       Susu bubuk
  •     2 gr       Bread improver
  • 110 gr       Gula pasir
  •    5 gr        Garam
  •    2 btr       Telur
  • 180 cc      Air es
  •   90 gr      Mentega/margarine
  •     1 btr     kuning telur dicampur dengan sedikit susu cair (untuk olesan)
Cara Membuat :
  1. Bahan kering dicampur menjadi satu dalam baskom (tepung terigu, susu bubuk, ragi instan, bread improver, gula pasir, garam). Aduk rata kurang lebih selama 1 menit.
  2. Masukkan telur ke adonan dan aduk sampai adonan berbutir-butir.
  3. Air es dimasukkan ke adonan sedikit demi sedikit dan aduk sampai tercampur rata.
  4. Terakhir campurkan mentega/margarine ke adonan dan uleni sampai kalis kurang lebih selama 10 menit.
  5. Setelah kalis bentuk adonan menjadi bulat, diamkan dan tutupi dengan serbet basah/lembab selama 40 menit dan adonan mengembang sampai berukuran 2 kali lipat.
  6. Adonan yang mengembang dikempiskan dengan memukul permukaannya. Bagi adonan menjadi beberapa bagian dengan ukuran sesuai selera.
  7. Bentuk bulat potongan-potongan bagian adonan kemudian tipiskan dan isi dengan bahan filling ( menggunakan Dark Cooking Chocolate. yang dipotong kecil-kecil dan keju cheddar parut). Bulatkan kembali adonan dan disusun di atas loyang yang sudah disemir margarine.
  8. Diamkan adonan agar mengembang untuk kedua kalinya selama kurang lebih 30 menit
  9. Setelah adonan siap, olesi permukaan adonan dengan campuran kuning telur dan susu cair, kemudian panggang dalam oven dengan suhu sekitar 180 derajat Celsius selama 10-15 menit sampai warna kuning kecoklatan.

Proses Pembuatan Tempe


Membuat Tempe Sendiri

Senangnya bisa bikin tempe sendiri. Pengalaman dan memuaskan.. Inilah proses pembuatannya yang ternyata simpel dan mudah. Pokoknya jauh dari bayangan saya sebelomnya.


Rendam 1 kg kacang kedelai semalaman


Setelah direndam, buang kulitnya, lalu masak hingga empuk


Setelah matang, buang air rebusannya


Masih di panci yang sama, sangrai kedelai supaya sisa air yang ada di kedelai menguap dan kedelai menjadi kering, lalu dinginkan.


Setelah kedelai dingin, siapkan 2 gr ragi tempe. Taburan 1 gr pertama ragi tempe, aduk-aduk sampai rata, lalu masukan 1 gr berikutnya aduk-aduk beberapa lama sampai bener-benar tercampur rata

Siapkan plastik (kalo ada plastik lontong) masukan kedelai ke dalam pelastik sampai penuh, lalu tutup ujungnya dengan api

1 kg kedelai dapat 3 pak calon tempe ukuran besar


Tusuk-tusuk tempe bagian atas dan bawah dengan tusuk gigi atau tusuk sate, untuk sirkulasi udaranya.


Susun tempe di rak plastik biarkan selama 3 hari 2 malam. Foto di atas adalah tempe menjelang malam ke dua, udah mulai berjamur dan padat.


Hari ketiga besok paginya, tempe sudah jadi, hasilnya bagus dan padat. Bisa langsung dimasak dan sisanya segera masukan ke Freezer. Tempe awet 1 tahun selama di dalam freezer. Kalo di pendingin, tempe hanya awet 1 minggu saja.

Tempe setengah blok langsung saya masak. Sisanya saya bagi beberapa blok tempe sesuai porsi sekali masak, lalu saya masukin ke freezer.


Di goreng lalu dicampur sambal... enakkk...

Proses Pembuatan Tape Ketan Hitam

 PROSES  PEMBUATAN TAPE KETAN HITAM
Adapun Langkah pertama menyiapkan bahan-bahan tape ketan hitam yang kita perlukan :
1 . Siapkan beras ketan hitam sebanyak 1 kg .
2 . Siapkan Ragi tape 3(tiga) biji dalam bentuk seperti tablet .
3 . Siapkan daun pisang 2(dua) pelepah, daunnya yang lebar atau dapat dipakai daun talas yang lebar   sebanyak 4 – 6 lembar .
4 . Siapkan daun pandan wangi sebanyak 2 lembar saja .
Alat-alat dapur untuk memasak dan alat bantu pembuatan tape  :
1 . Panci untuk menanak beras ketan hitam .
2 .Tampah atau baki yang lebar tempat untuk menghampar nasi ketan hitam .
3 . Baskom atau box plastik untuk menaruh ketan yang akan dibuta tape.
CARANYA  :
Pertama rendam dulu beras ketan selama semalam atau 12 jam, setelah direndam beras ketan langsung dicuci dengan air bersih berkali-kali sampai tidak terlihat lagi airnya berwarna hitam atau berwarna jernih .
Setelah beras ketan dicuci bersih, siapkan panci untuk menanak dengan diberi air secukupnya dulu setengah masak, kalau sudah  siapkan panci kukusan dan diberi air secukupnya juga .
Masukkan ketan hitam yang sudah kedalam panci kukusan tadi dan dikukus sampai masak tapi jangan terlalu masak sekali .
Apabila ketan hitam sudah masak langsung diangkat dan dituangkan kedalam baki atau tampah yang sudah dihampari daun pisang atau daun talas tadi .
Nasi ketan hitam yang sudah ditaruh dalam baki atau tampah tadi di ratakan, maksudnya supaya nasi ketan hitam cepat dingin, karena dalam membuat tape ketan hitam maupun ketan putih saat menaburi ragi tape tidak boleh nasi ketan dalam keadaan panas, hasilnya pasti tidak bagus atau tidak jadi tape, karena bibit fermentasinya mati kena panas .
Jadi sabarlah tunggu sampai benar-benar nasi ketan menjadi dingin, setelah benar-benar menjadi dingin barulah ragi tape tadi ditaburkan diatasnya sambil dibolak balik sehingga taburan ragi tape merata kesemua nasi ketan .
Dan biarkan sejenak nasi ketan yang sudah ditaburi ragi tape tadi sambil anda menyiapkan tempat untuk menyimpan nasi ketan, baik dalam box atau baskom yang ada tutupnya, boleh anda hampari dengan daun pisang atau daun talas kedalam box atau baskom tadi .
Kalau nasi ketan sudah dingin anda bisa memasukkan kedalam box plastik yang dibawahnya dihampari daun pisang, masukkan semua nasi ketan tadi kedalam box dan diatasnya atau ditengahnya bisa anda beri potongan daun pandan wangi, supaya tape ketannya nanti terasa bau harum pandan, setelah semua bahan dimasukkan tutuplah dengan rapat sekali, supaya tidak menguap sewaktu terjadi proses fermentasi .
Tunggulah 2 sampai 3 hari nasi ketan anda akan menjadi tape ketan yang harum atau wangi pandan dan manis rasanya, setelah menjadi tape bisa anda olah menjadi berbagai macam makanan atau minuman .
SELAMAT  MENIKMATI  TAPE  KETAN  ANDA  YANG  HARUM  WANGI  DAN  MANIS

Selasa, 03 April 2012

Jenis Tanah


ALFISOLS
1.      Gejala redoksimorfik pada semua lapisan diantara batas bawah horizon Ap atau kedalaman 25 cm dibawah permukaan tanah mineral, mana saja yang lebih dalam, dan kedalamn 40 cm dan pada 12,5 cm bagian atas horizon argilik, natrik, glosik, atau kandik dan memiliki satu sifat berikut :
·         Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks berkroma 2 atau kurang pada permukaan ped dan terdapat konsentrasi redoks didalam ped atau,
·         Konsentrasi redoks dan 50 % atau lebih deplesi redoks berkroma 2 atau kurang didalam matrik, atau
·         Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks berkroma 1 atau kurang pada permukaan ped atau didalam matrik, atau keduanya.
2.      Pada horizon-horison mempunyai kondisi akuik, mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah tidak sedang diirigasi.
ANDISOLS
1.      Epipedon histik
2.      Suatu lapisan diatas kontak densik litik, atau paralitik, atau suatu lapisan diantara kedalaman 40 cm dan 50 cm dari permukaan tanah mineral atau dari batas atas lapisan organic yang mempunyai sifat-sifat tanah andik, mana saja yang lebih dangkal, mempunyai kondisi akuik pada sebagian waktu pada tahun-tahun normal (atau telah didrainase) dan memiliki satu atau lebih sifat berikut :
·         Konsentrasi redoks sebesar 2 % atau lebih
·         Value warna, lembab, 4 atau lebih dan 50 % atau lebih 2 kroma, baik pada deplesi redoks dipermukaan ped atau didalam matriks apabila tidak terdapat ped
·         Mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah tidak sedang diirigasi
ARIDISOLS
1.      Aridisols yang mempunyai rejim suhu tanah cryik
2.      Aridisols lain yang mempunyai horizon salik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah.
3.      Aridisols lain yang mempunyai duripan yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah.
4.      Aridisols lain yang mempunyai horizon gipsik atau petrogipsik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah dan tidak memiliki horizon petrokalsik diatas horizon-horison tersebut,
ENTISOLS
1.      Kondisi akuik dan bahan sulfidik didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral
2.      Selalu jenuh air dan matriksnya tereduksi pada semua horizon dibawah kedalaman 25 cm dari permukaan tanah mineral
3.      Pada suatu lapisan diatas kontak densik, litik, atau paralitik atau lapisan diantara kedalaman 40 cm dan 50 cm dibawah permukaan tanah mineral mana saja yang lebih dangkal, memiliki kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal (atau telah didrainase)
GELISOLS
1.      Terdapat diatas bahan sinderi, fragmental, atau batuapung, dan/atau sebagai pengisi celah-celahnya, dan langsung dibawahnya terdapat kontak densik, litik, atau paralitik
2.      Apabila diperhitungkan dengan bahan sinderi, fragmental, atau batuapung dibawahnya, bahan tanah organic mencapai ketebalan total 40 cm atau lebih diantara permukaan tanah dan kedalaman 50 cm
3.      Jenuh air selama 30 hari kumulatif atau lebih dalam tahun-tahun normal ( atau telah didrainase) dan mempunyai 80 % atau lebih berdasarkan volume, bahan tanah organic dari permukaan tanah sampai kedalaman 50 cm atau lapisan glasik atau kontak densik, litik atau paralitik mana saja yang paling dangkal.
HISTOSOLS
1.      Mempunyai bahan tanah fibrik lebih tebal dibandingkan dengan bahan tanah organic yang lain pada salah satu berikut :
·         Pada bahan tanah organic bagian tier bawah apabila tidak terdapat lapisan mineral yang kontinyu setebal 40 cm atau lebih yang batas atasnya didalam tier bawah
·         Pada kombinasi ketebalan bahan tanah organic bagian tier permukaan dan bawah, apabila terdapat lapisan mineral kontinyu setebal 40 cm atau lebih yang batas atasnya didalam tier bawah
2.      Jenuh air selama kurang dari 30 hari kumulatif dalam tahun-tahun normal (dan tidak sedang didrainase)
3.      Tidak mempunyai horizon sulfuric yang batas atasnya didalam 50 cm dari permukaan tanah
4.      Tidak mempunyai bahan induk sulfidik didalam 100 cm dari permukaan tanah.
INCEPTISOLS
1.      Pada lapisan diatas kontak densik, litik atau paralitik atau lapisan dianatara kedalaman 40 cm dan 50 cm dari permukaan tanah mineral mana saja yang lebih dangkal memiliki kondisi akuik selama sebagian waktu pada tahun-tahun normal (atau telah didrainase) dan mempunyai satu atau lebih sifat :
·         Epipedon histik
·         Horizon sulfuric yang batas atasnya didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Suatu lapisan langsung dibawah epipedon, atau didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral  pada 50 % atau lebih permukaan ped atau didalam matriks apabila tidak terdapat ped
·         Mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah tidak sedang diirigasi
2.      Mempunyai rasio natrium dapat tukar (ESP) sebesar 15 % atau lebih (atau rasio adsorpsi natrium {SAR} sebesar 13 % atau lebih) pada setengah atau lebih volume tanah didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, penurunan nilai ESP atau SAR mengikuti peningkatan kedalaman yang berada dibawah 50 cm dan air tanah didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral selama sebagian waktu dalam setahun
MOLLISOLS
1.      Horizon argilik atau natrik
2.      Horizon albik setebal 2,5 cm atau lebih berkroma 2 atau kurang, yang batas bawahnya 18 cm atau lebih dipermukaan tanah mineral dan langsung dibawah epipedon molik atau horizon-horison terpisah yang masing-masing memenuhi semua persyaratan epeipedon molik
3.      Pada satu subhorison atau lebih dari horizon albik dan/atau  horizon argilik atau natrik didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral memiliki konsentrasi redoks berbentuk masa atau konkresi atau keduanya dan memiliki juga kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal (atau telah didrainase.
OXISOLS
1.      Epipedon histik
2.      Epipedon dengan value warna , lembab, 3 atau kurang langsung dibawahnya terdapat satu horizon berkroma 2 atau kurang.
3.      Konsentrasi redoks yang jelas atau nyata didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, pada suatu epipedon dan horizon yang langsung dibawahnya
4.      Didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyrridyl ketika tanah sedang tidak diirigasi.
SPODOSOLS
1.      Epipedon histik
2.      Didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral memiliki gejala redoksimorfik pada horizon albik atau spodik.
3.      Mempunyai rejim suhu tanah cryik
4.      Mempunyai karbon organic sebesar 6 % atau lebih pada suatu lapisan setebal 10 cm atau lebih didalam horizon spodik.
ULTISOLS
1.      Gejala redoksimorfik pada semua lapisan diantara batas bawah horizon Ap atau kedalaman 25 cm dibawah permukaan tanah mineral, mana saja yang lebih dalam, dan kedalamn 40 cm dan pada 12,5 cm bagian atas horizon argilik, natrik, glosik, atau kandik dan memiliki satu sifat berikut :
·         Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks berkroma 2 atau kurang pada permukaan ped dan terdapat konsentrasi redoks didalam ped atau,
·         Sebesar 50 % atau lebih deplesi redoks berkroma 1 atau kurang pada permukaan ped atau didalam matrik, atau keduanya.
·         Konsentrasi redoks yang jelas atau nyata dan 50 % atau lebih matriksnya mempunayi hue 2,5 Y atau 5 Y dan memiliki juga rejim suhu termik, isotermik atau lebih panas
2.      Didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, mengandung cukup besi fero aktif untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridil ketika tanah tidak sedang diirigasi.
VERTISOLS
1.      Didalam lebih dari setengah setiap pedonnya pada 50 % atau lebih permukaan ped atau didalam matrik apabila tidak terdapat ped
·         Kroma 2 atau kurang apabila terdapat konsentrasi redoks
·         Kroma 1 atau kurang
2.      Mengandung cukup besi fero (fe) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha dipyridyl ketika tanah tidak sedang diirigasi.
3.      Rejim suhu tanah termik, mesik atau frigid.

Masalah dan Potensi Generasi Muda


Saat ini generasi muda khususnya remaja, telah digembleng berbagai disiplin ilmu. Hal itu tak lain adalah persiapan mengemban tugas pembangungan pada masa yang akan datang, masa penyerahan tanggung jawab dari generasi tua ke generasi muda. Sudah banyak generasi muda yang menyadari peranan dan tanggung jawabnya terhadap negara di masa yang akan datang. Tetapi, dibalik semua itu ada sebagian generasi muda yang kurang menyadari tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa.
Adapun masalah yang dihadapi remaja masa kini antara lain :
1. kebutuhan akan figur teladan
Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai2 luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat2 bagus yagn tinggal hanya kata2 indah.
2. sikap apatis
Sikap apatis meruapakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.
3. kecemasan dan kurangnya harga diri
Kata stress atau frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).
4. ketidakmampuan untuk terlibat
Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.
5. perasaan tidak berdaya
Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau ijasah.
6. pemujaan akan pengalaman
sebagian besar tindakan2 negatif anak muda dengan minumam keras, obat2an dan seks pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini memberikan pandangan yagn keliru tentang pengalaman.

MENGEMBANGkAN POTENSI GENERASI MUDA

Generasi muda memiliki peranan penting dalam memajukan dan meningkatkan pembangunan. Begitu banyak potensi yang dimiliki oleh generasi muda, mereka mampu berkarya dan berekspresi dengan bebas ,tetapi masih dalam lingkup yang sewajarnya dan tidak menyalahi aturan. Pengembangan potensi tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga, orang tua dapat mengembangkan potensi anak mereka sejak berusia balita, orang tua dapat mengarahkan apa dan kemana potensi yang dimiliki oleh anak mereka sehingga lahirlah generasi muda yang memiliki potensi sesuai minat masing-masing anak.
Generasi muda dapat mengembangkan potensi mereka melalui hoby atau kesenangan masing-masing, contohnya jika anak menyukai musik maka ia bisa mengembangkan potensinya dengan membuat sebuah band atau mengikuti kursus bermain musik sehingga potensi anak tersebut redup tanpa ada perkembangan.
Potensi generasi muda juga dapat membangun rasa bangga pada diri sendiri. Keluarga dan negara juga merasa bangga atas potensi yang dimiliki oleh anggota keluarga atau sebagai masyarakat. Tapi bagaimana jika generasi muda saat ini mengisi hari mereka dengan hanya menghabiskan uang orang tua dengan membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan, Sex di luar nikah, penyalahgunaan obat narkotika tak dapat dihindari, mabuk-mabukan (minum-minuman keras), dan masih banyak lagi hal-hal lain yang sangat menyedihkan. Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan orang tua dapat mengarahkan sejak dini kemana arah yang paling tepat dan baik untuk perkembangan anak mereka sehingga generasi muda dapat memiliki potensi yang sangat berguna bagi nusa dan bangsa.          
Di negara-negara maju, salah satu di antaranya adalah Amerika Serikat, para mahasiswa sebagai bagian generasi muda, didorong, dirangsang dengan berbagai motivasi dan dipacu untuk maju dalam berlomba menciptakan suatu ide / gagasan yang harus diwujudkan dalam suatu bentuk barang, dengan berorientasi pada teknologi mereka sendiri.
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a. Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.
b. Dinamika dan Kreatifitas
Adanya idealisme pada generasi muda, maka generasi muda memiliki potensi kedinamisan dan kreatifitas yakni kemampuan dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan-kekurangan yang ada atau pun mengemukakan gagasan-gagasan/alternatif yang baru sama sekali.
c. Keberanian Mengambil Risiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung risiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun mengambil risiko itu adalah perlu jika kemajuan ingin diperoleh.
Generasi muda dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung risiko, kesiapan pengetahuan, perhitungan dan keterampilan dari generasi muda akan memberi kualitas yang baik kepada keberanian mengambil risiko.
d. Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda akan merupakan daya pendorong untuk mencoba maju lagi.
e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya, agar dengan demikian mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
f. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kuantitatif maupun dalam arti kualitatif generasi muda secara relatif lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi-generasi pendahuluannya.
g. Keanekaragaman Dalam Persatuan dan Kesatuan
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat. Keanekaragaman tersebut dapat merupakan hambatan jika hal itu dihayati secara sempit dan ekslusif.
h. Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan dan turut serta memiliki bangsa dan negara di kalangan generasi muda perlu lebih digalakkan, pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapannya untuk membela dan mempertahankan bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman. Dengan tekad dan semangat ini generasi muda perlu dilibatkan dalam setiap usaha dan pemantapan ketahanan dan pertahanan nasional.
i. Sikap Kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinggi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan terus menjadi sikap kestaria di kalangan generasi muda Indonesia sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa.
j. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan tekonologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai transformator dan dinamisator terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidikan serta penerapan teknologi, baik yang maju, madya maupun yang sederhana.