III. REPRODUKSI
PADA MANUSIA
Reproduksi
pada manusia merupakan aktivitas yang berhubungan dengan sex. Sex yang dimaksud
untuk
lebih diarahkan kepada kesehatan dan kehidupan kekeluargaan. Oleh karena itu
ada ahli yang menyebutnya dengan istilah Familial Hygiene atau hygiene tentang kehidupan kekeluargaan,
karena bicara hygiene tentang kehidupan pasti ada hubungannya dengan sex.
Kadang orang tua (seorang ibu) akan kebingungan mendapat
pertanyaan anaknya yang masih balita, dengan pertanyaan: mama, adik datang/lahir
lewat mana ? atau ma, adik putri tidak punya burung seperti punyaku ? dll.
Padahal pertanyaan-pertanyaan tersebut haruslah dijawab dengan benar tanpa
harus berbohong, tetapi jawaban haruslah bijak dan sesederhana mungkin sesuai
pemahaman anak balita. Setelah anak gadisnya berumur sekitar 10 tahun yaitu
pada masa adolescence/puber terjadi kegalauan dan kegelisahan pada saat akan
datang haid untuk yang pertama kalinya. Begitu juga pada anak laki-lakinya
(sekitar umur 14 tahun) yaitu pada waktu pertama kalinya mengalami keluarnya
mani (spermatozoa) dalam mimpi dan mendapatkan rasa yang lain dan belum pernah
dialami sebelumnya. Sampai akhirnya menjadi dewasa haruslah memahami dan
mengerti arti pentingnya sex hygiene bagi kehidupan berkeluarga, yang kesemuanya
itu suatu keadaan yang normal biologis dan tidak perlu tabu untuk
mendiskusikannya.
Bicara reproduksi sebagai sex hygiene, maka haruslah
dipahami tentang:
A. Maksud dari
sex hygiene itu sendiri, yaitu:
1. Untuk mencegah
timbulnya kelainan atau penyakit alat kelamin
2. Agar alat
kelamin mendapat perawatan, sehingga tetap dalam keadaan bersih dan tidak bau
3. Mencegah
perlakuan sex yang tidak sehat dan melanggar norma.
B. Organ atau alat kelamin
Alat kelamin laki-laki
terdiri dari:
1.
Prostata
Suatu
kelenjar yang mengelilingi leher kandung kemih yang berfungsi penghasil ekskret
prostat
2.
Vesicula seminalis
Suatu kelenjar yang
disebut glandula vesiculosa dan bersatu dengan ductus deferen
3.
Glandula bulbouretralis
Terdapat
dalam membrana urogenital dan saluran keluar membrana urogenital dan bermuara
di pars capernosa urethra
4.
Penis
Terdiri
dari radix, glans dan corpus. Pada ujung bagian glans terdapat ureficium
urethra (lubang keluar) dan suatu lipatan kulit yang mengelilingi glans yang
disebut preficium. Pada bagian corpus terdapat cavernae, dimana pada keadaan
ereksi (tegang) akan terisi darah yang tidak dapat keluar untuk sementara
waktu, sehingga penis menjadi besar dan tegang.
5.
Urethra
Yaitu saluran air
kemih bagian luar.
6.
Testis
Terdapat
dua buah dan terletak dalam kantong schrotum. Testis merupakan tempat
pembentukan spermatozoa, tepatnya pada bagian tubuli seminiferi contorti dan
keluar melalui saluran /ductus epididymus yang bermuara di urethra.
Sedangkan alat kelamin perempuan terdiri dari:
1.
Monsveneris
Bagian luar yang
ditumbuhi oleh rambut
2.
Labium majora
Merupakan
dua lipatan besar mulai dari monsveneris sampai perinium.
3.
Labium minora
Merupakan
dua lipatan selaput lendir terletak di bawah dan mengelilingi clitoris.
4.
Clitoris
Terdiri
dari dua cavernosa, dan menunjukkan persamaan dengan penis pada laki-laki
5.
Vagina
Saluran
yang dapat membesar dan menuju ke uterus
6.
Uterus atau rahim
Merupakan
tempat menempel dan berkembangnya janin
7.
Tuba uterine
Saluran
tempat menangkap ovum (sel telur) yang dihasilkan oleh ovarium
8.
Ovarium
Merupakan
organ penghasil ovum, dan berjumlah dua buah.
C.Haid dan Menopouse
Haid
(sering disebut menstruasi/datang bulan) dan menopouse hanya terjadi pada
perempuan dan ini merupakan kegiatan biologis. Haid merupakan bagian dari siklus reproduksi (menstruasi) yang datang setiap bulan, yaitu
keluarnya darah bercampur kotoran ovum yang telah mati/busuk. Periode
menstruasi secara normal adalah 21 – 36 hari dan umumnya rata-rata 28 hari, dan
lama haid 3 – 7 hari.
Haid
untuk pertama kali keluar adalah pada umur kira-kira 14 tahun dan akan terulang
setiap bulannya, kecuali bila hamil atau menopouse. Seorang gadis bila sudah
mengalami haid/menstruasi, maka ia sudah masak kelamin artinya sudah
mengasilkan ovum dan dapat hamil apabila bertemu spermatozoa.
Menopouse
merupakan akhir dari masa produktif untuk menghasilkan ovum. Jadi seorang
perempuan yang telah menopouse tidak mengalami haid/menstruasi lagi. Umur
seorang perempuan menopouse tidaklah sama seperti juga mulai menstruasi
(dikenal sebagai puber atau adolescence), tetapi kurang lebih umur 50 tahun.
Masa haid dan menopouse
dipengaruhi oleh:
1.
pekerjaan
2.
usia
3.
iklim
4.
emosi/kejiwaan
5.
penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar