IV. ADAPTASI
Adaptasi
merupakan kemampuan yang dimiliki suatu organisme untuk menyesuaikan diri
terhadap lingkungannya. Adaptasi organisme terhadap lingkungannya sendiri adas
tiga (3) proses yaitu: 1) Adaptasi morfologi, 2) Adaptasi fisiologi, dan 3) Adaptasi
tingkah laku.
A. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh
atau alat – alat tubuh terhadap lingkungan.
Contoh :
1.
Kaki burung.
Bentuk kaki burung disesuaikan
tempat hidup dengan cara hidupnya.
Ada 4(empat) macam tipe kaki
burung :
a.
Kaki burung pemanjat
b.
Kaki burung perenang
c.
Kaki burung pencengkeram
d.
Kaki burung petengger
a.
Kaki burung pemanjat
Ada 2 (dua) jari ke depan dan 2 (dua ) jari ke belakang.
Misal : Pelatuk
b.
Tipe kaki burung perenang
Pada
tiap-tiap jari terdapat selaput
Misal : Itik
c.
Tipe kaki burung pencengkeram
Pada jari-jari besar pendek dan berkuku tajam
Misal : Elang
d.
Tipe kaki burung petengger.
Pada 3 (tiga) jari ke depan 1 (satu) jari ke
belakang semua terletak pada satu bidang datar.
Pada adaptasi morfologi pada tumbuhan jenis
tumbuhan berdasar habitatnya, yaitu:
1.
Xerofit : hidup di tempat
kurang air (gurun)
Misal: Kaktus
2.
Higrofit : Hidup di tempat
lembab
Misal : Lumut
3.
Hidrofit : hidup di air
Misal : Teratai
4.
Ropofit: Hidup di daerah tropis
Misal : Jati
5. Halofit : Hidup di tmpat yang berkadar
garam tinggi
Misal : Bakau
B. Adaptasi Fisiologi
Penyesuaian fungsi alat tubuh terhadap lingkungan
berikut berbagai bentuk adaptasi fisiologi pada berbagai organisme.
1.
Herbivora
Pada alat pencernaannya
menghasilkan enzim selulase untuk mencerna serta selulosa pada makanannya.
2. Jumlah eritrosit (sel darah merah)
Pada manusia di sesuaikan dengan
kadar oksigen di udara.
3. Adaptasi ikan terhadap kadar garam.
- Ikan air tawar
Ikan air tawar
beradaptasi terhadap lingkungannya dengan cara menggunakan insangnya secara
aktif untuk menyikat garam yang terlarut dalam air.
Lingkungan
air tawar merupakan perairan yang berkadar garam rendah, yaitu kurang lebih
0,06%. Sungai, danau, dan kolam merupakan contoh habitat air tawar. Organisme
yang hidup di lingkungan air tawar memasukkan air ke dalam tubuhnya dengan cara
osmosis. Hal ini karena salinitas air lebih rendah daripada salinitas air dalam
tubuh organisme.
Hewan yang
hidup di lingkungan sekuat dinding sel pada tumbuhan. Hewan – hewan yang hidup
di air mempunyai organ tubuh khusus untuk menyesuaikan diri terhadap
lingkungan. Misalnya : sirip pada ikan, serta kaki berselaput pada katak dan
itik. Selain alat gerak tersebut, hewan air umumnya berbentuk langsing dan memanjang
(seperti torpedo). Pada ikan, kulitnya berlendir sehingga memudahkan meluncur
di dalam air. Alat pernapasan ikan berupa insang yang hanya dapat bekerja di
dalam air. Di sepanjang sisi tubuhnya terdapat gurat sisi untuk mengetahui
tekanan air.
b.
Ikan air laut.
Ikan air laut beradaptasi terhadap
lingkungannya yang berkadar garam tinggi dengan cara insangnya secara aktif
mengeluarkan garam.
Habitat
perairan yang berkadar garam tinggi adalah laut. Air lauyt mempunyai salinitas
(kadar garam) kurang lebih 3,5%. Jadi, setiap 1.000 ton air laut mengandung 35
ton garam. Oleh karena itu air laut terasa asin. Organisme yang hidup di
lingkungan air laut dapat menyesuaikan diri di air yang kadar garamnya tinggi.
Kebanyakan organisme laut akan mati jika di tempatkan di air tawar begitu juga
sebaliknya.
(1)
Tumbuhan
Organisme yang hidup di daerah pantai
berbatu (misalnya rumput laut) beradaptasi dengan cara melekat erat pada
batuan, serta memiliki tangkai yang lunak dan basah. Keadaan ini dimaksudkan agar rumput laut tetap
lentur apabila terkena hempasan ombak.
Di daerah
pantai berlumpur yang memiliki kadar oksigen rendah, terdapat tumbuhan bakau.
Tumbuhan ini mempunyai akar apas yang berfungsi untuk membantu pengambilan
udara
(2)
Hewan
Hewan yang hidup di lingkungan air
berkadar garam tinggi (laut), misalnya rumput laut berbagai jenis ikan,
bernakel, dan siput laut. Bernakel melekat pada batuan sedangkan siput laut
memiliki perisai keras untuk melindungi tubuhnya yang lunak. Seperti halnya
ikan air tawar, ikan laut juga memiliki bentuk tubuh dan perlengkapan lainnya
yang memungkinkannya bergerak dengan baik di air.
C. Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme
terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku.
Contoh :
a.
Otonomi
Kemampuan untuk memutuskan bagian
tubuhnya untuk mengelabui lawannya.
Contoh : Cecak
b.
Mimikri
Kemampuan untuk mengubah warna
kulitnya untuk penyamaran.
Contoh : Bunglon
c.
Mamalia air
Contoh : Paus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar