Jumat, 28 November 2014

Manajemen dan Tekhnik Laboratorium



MANAJEMEN DAN
TEKNIK LABORATORIUM


A.  Pengertian Laboratorium
Laboratorium (disingkat lab) adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain.
Ada beberapa jenis laboratoium:
1.     Laboratorium pengajaran (teaching laboratory)
2.    Laboratoium penelitian (Research laboratory)
3.    Laboratoium penelitian terpadu
B.  Fungsi Laboratorium
Secara garis besar laboratorium dalam proses pendidikan adalah sebagai berikut:
1.     Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan keterampilan intelektual melalui kegiatan pengamatan, pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam.
2.    Mengembangkan keterampilan motorik mahasiswa. mahasiswa akan bertambah keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran.
3.    Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari sesuatu objek dalam lingkungan alam dan sosial.
4.    Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuan.
5.    Membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau penemuan yang diperolehnya.
C.  Peranan Laboratorium
Adapun peranan laboratorium antara lain :
1.     Laboratorium sebagai tempat timbulnya berbagai masalah sekaligus sebagai tempat untuk memecahkan masalah tersebut.
2.    Laboratorium sebagai tempat untuk melatih keterampilan serta kebiasaan menemukan suatu masalah dan sikap teliti.
3.    Laboratorium sebagai tempat yang dapat mendorong semangat mahasiswa untuk memperdalam pengertian dari suatu fakta yang diselidiki atau diamatinya.
4.    Laboratorium berfungsi pula sebagai tempat untuk melatih mahasiswa bersikap cermat, bersikap sabar dan jujur, serta berpikir kritis dan cekatan.
5.    Laboratorium sebagai tempat bagi para peserta didik untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya.
D.  Manajemen Laboratoium
Manajemen laboratorium (Laboratory management) adalah usaha untuk mengelola laboratorium berdasarkan konsep manajemen baku. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu manajemen laboratoium adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratoium sehari-hari.
Perangkat-perangkat manajemen laboratoium yang dimaksud yaitu:
1.     Tata ruang
Untuk tata ruang, sebaiknya ditata sedemikian rupa sehingga laboratoium dapat berfungsi dengan baik. Tata ruang yang sempurna dimulai sejak perencanaan gedung pada waktu dibangun. Tata ruang yang baik harus mempunyai:
a.    Mempunyai pintu masuk (in)
b.    Mempunyai pintu keluar (out)
c.    Mempunyai pintu darurat (emergency exit)
d.    Ruang persiapan (preparation room)
e.    Ruang peralatan (equipment room)
f.     Ruang pengasapan (fume hood)
g.    Ruang penyimpanan/gudang (storage room)
h.    Ruang staf (staff room)
i.     Ruang teknisi
j.     Ruang seminar (seminar room)
k.    Ruang kerja (activity room)
l.     Ruang istirahat/ibadah
m.  Ruang prasarana kebersihan
n.    Ruang peralatan keselamatan kerja
o.   Lemari praktikan (locker)
p.    Lemari gelas (glass room)
q.    Lemari alat-alat optic (opticals room)
r.     Jendela kassa
s.     Fan (untuk dehumidifier)
t.     Ruang AC untuk alat-alat tertentu
2.    Alat yang baik dan terkalibrasi
Pengenalan terhadap peralatan laboratoium merupakan kewajiban bagi setiap petugas laboratorium untuk mengetahuinya, terutama mereka yang akan mengoperasikan peralatan tersebut. Setiap alat yang dioperasikan itu harus benar-benar dalam kondisi:
a.    Siap untuk dipakai (ready for use)
b.    Bersih
c.    Terkalibrasi
d.    Tidak rusak
e.    Beroperasi dengan baik
Peralatan laboratoium sebaiknya dikelompokkan berdasarkan penggunaannya. Setelah selesai digunakan harus segera dibersihakan kembali dan disusun seperti semula. Semua alat-alat ini sebaiknya diberi penutup (cover), misalnya plastik transparan, terutama bagi alat-alat yang memerlukannya.
a.    Untuk alat-alat gelas
Alat-alat gelas harus selalu dalam keadaan bersih, apalagi peralatan gelas yang sering dipakai. Untuk alat-alat gelas yang memerlukan sterilisasi, sebaiknya di sterilisasi sebelum dipakai. Semua alat-alat gelas ini seharusnya ditempatkan pada lemari khusus.
b.    Untuk bahan-bahan kimia
Untuk bahan kimia yang bersifat asam dan alkalis, sebaiknya ditempatkan pada ruang/kamar fume (untuk mengeluarkan gas-gas yang mungkin timbul). Demikian juga untuk bahan-bahan yang mudah menguap. Ruang fume perlu dilengkapi kipas agar udara/uap yang ada terpompa keluar. Bahan kimia yang ditempatkan dalam botol berwarna coklat/gelap tidak boleh terkenan sinar matahari langsung karena dapat menimbulkan panas dan bahkan ledakan, sebaiknya ditempatkan pada lemari khusus.
c.    Alat-alat mikroskop
Mikroskop dan peralatannya seharusnya disimpan pada tempat-tempat yang kering dan tidak lembab. Kelembaban tinggi akan menyebabkan lensa-lensa berjamur. Mikroskop selalu ditempatkan dalam kotak atau lemari yang biasanya dilengkapi silica gel, untuk lemari biasanya diberi lampu pijar 15-20 watt agar ruangannya tetap selalu panas dan akan mengurangi kelembaban udara (dehumidifier air)
3.    Infrastruktur
Keberadaan tata ruang laboratorium tidak dapat dilepaskan dari bentuk laboratorium dan Infrastruktur laboratorium. Betapun baiknya tata ruang jika tidak dilengkapi infrastruktur laboratrium yang cukup, maka tata ruang tersebut pastinya tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Infrastruktur laboratorium dibagi menjadi:
a.    Laboratory assessment
Mencakup bahasan tentang lokasi laboratoium, konstruksi, pintu, jendela, meja, atap, dinding, lampu, ventilasi, jenis ruangan, AC, ruang bahan, ruang alat, ruang timbangan dan fasilitas lainnya.
b.    Fasilitas umum (general service)
Mencakup pembahasan tentang kebutuhan listrik, instalasi listrik, sumber air, bak penampungan, bak cuci, teknisi, dana dan lain sebagainya.
4.    Administrasi laboratorium
Administrasi laboratoium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada di laboratoium, antara lain:
a.    Inventarisasi peralatan laboratoium
b.    Daftar kebutuhan alat baru, alat tambahan, alat rusak, alat yang dipinjam dan dikembalikan
c.    Surat keluar masuk
d.    Daftar peminjaman/pemakaian alat
e.    Daftar pemakaian laboratorium
f.     Daftar inventarisasi bahan kimia dan non kimia
g.    Daftar bahan-bahan gelas
h.    Daftar inventarisasi meubelair
i.     Evaluasi dan pelaporan
5.    Organisasi laboratoium
Organisasi laboratorium meliputi struktur organisasi, diskripsi pekerjaan, serta susunan personalia yang mengelola laboratorium tersebut. Penanggung jawab tertinggi organisasi di dalam laboratorium adalah kepala laboratorium. Kepala laboratorium bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan juga bertanggung jawab terhadap seluruh peralatan yang ada begitu juga dengan anggota laboratorium yang berada di bawah kepala laboratorium. Untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada alat-alat laboratorium, keberadaan tenaga teknisi sangat diperlukan.










                                                                                             























 
















6.    Fasilitas pendanaan
Ketersediaan dana sangat diperlukan untuk operasional laboratoium. Dana dapat diperoleh dari:
a.    SPP
b.    Anggaran rutin
c.    Dana fakultas
d.    Dana operasional
e.    Dana lain-lain (sponsor/donor)
Biaya operasional
a.    Penggunan listrik, air dan gas
b.    ATK
7.    Inventarisasi dan keamanan
Kegiatan inventarisasi dan keamanan laboratoium meliputi:
a.    Semua kegiatan inventarisasi
b.    Keamanan laboratorium, yaitu apakah ada yang hilang, di curi, pindah tempat atau ada yang meminjamnya.
Tujuan yang ingin dicapai dari inventarisasi dan keamanan ini adalah:
(1)  Memcegah kehilangan dan penyalahgunaan
(2) Mengurangi biaya operasional
(3) Meningkatkan kualitas kerja
(4) Mengurangi resiko kehilangan
(5) Mencegah pemakaian berlebihan
8.    Pengamanan laboratorium (keselamatan)
a.    Tanggung jawab
Kepala laboratorium, laboran, teknisi, serta asisten bertanggung jawab penuh atas kecelakaan yang mungkin timbul. Karenanya kepala laboratoium, laboran serta teknisi seharusnya dijabat oleh orang berpengalaman

b.    Kerapian
Semua koridor, jalan keluar, dan alat pemadam harus bebas dari hambatan apapun. Lantai harus bersih dari air, minyak atau bahan kimia yang dapat menyebabkan lantai menjadi licin.
c.    Kebersihan
d.    Perhatian terhadap tugas
Setiap mahasiswa harus berada pada pekerjaan mereka masing-masing, jangan menggangu pekerjaan orang lain
e.    Pakaian
Saat bekerja di laboratorium dilarang memakai baju yang terlalu longgar, kancing terbuka, berlengan panjang, perhiasan dan rambut harus selalu terikat atau rapi
f.     Pertolongan pertama
Semua kecelakaan yang terjadi baik itu besar maupun kecil harus ditangani di ruang pertolongan pertama. Jadi setiap laboratoium harus memiliki kotak PPPK dan selalu mengontrol isinya.
g.    Berlari dalam laboratoium
h.    Pintu-pintu
Pintu-pintu harus dilengkapi dengan jendela pengintip untuk mencegah terjadinya kebakaran
i.     Alat-alat
Alat-alat harus ditempatkan di tengah meja, agar tidak terjatuh ke lantai. Selain itu, alat-alat yang membutuhkan listrik agar di dekatkan dengan sumber listrik. Demikian juga alat yang menggunakan air dan gas.
9.    Keterampilan SDM
Keterampilan para tenaga laboran harus senantiasa ditingkatkan. Peningkatan keterampilan dapat diperoleh melalui peningkatan tambahan seperti workshop, pelatihan ataupun magang.

E.   Kelengkapan Alat Dan Bahan
Dalam hal ini alat mempunyai peranan yang sangat penting bahkan dapat menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan proses praktikum. Secara garis besar alat, ada yang mudah dan ada yang sukar. Adapun administrasi alat praktek, terdiri dari beberapa bagian antara lain :
1.     Kartu stok adalah untuk mengetahui jumlah alat/bahan yang tersedia di laboratorium dan tempat penyimpanannya
2.    Buku inventaris, memuat catatan tentang jumlah semua macam barang yang ada di laboratorium termasuk perabot laboratorium
3.    Buku harian kegiatan laboratorium berguna untuk merekam semua kejadian dalam kegiatan laboratorium
4.    Label, memuat kode alat, nama alat dan jumlah alat dan keterangan mengenai kondisi alat tersebut
5.    Format permintaan alat/bahan, biasanya diisi oleh asisten bila akan melaksanakan kegiatan laboratorium dan diberikan kepada laboran sebelum kegiatan dilakukan
6.    Jadwal kegiatan laboratorium.
F.   Pelaksanaan Kegiatan Praktikum
Untuk melaksanakan kegiatan di laboratorium perlu perencanaan yang sistematis agar dapat dicapai tujuan pembelajaran secara optimal. Kegiatan praktikum dapat dilaksanakan di dalam laboratorium atau di luar laboratorium (di lapangan), tergantung pada kepentingannya di dalam membahas konsep dan subkonsep. Dalam hal ini asisten dengan pertimbangannya dapat mengetahui alat mana yang dapat di bawa ke lapangan dan mana yang harus ada di laboratorium atau tidak mungkin di bawa ke luar.
Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan laboratorium adalah sebagai berikut :
1.     Dosen pada awal tahun semester sebaiknya menyusun program semester. Tujuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan alat/bahan serta menyusun jadwal dan untuk keperluan supervisi.
2.    Setiap akan melaksanakan kegiatan laboratorium, asisten sebaiknya mengisi format permintaan/peminjaman alat/bahan kemudian diserahkan kepada penanggung jawab teknis laboratorium atau laboran. Ini diperlukan untuk mempersiapkan alat/bahan serta mengecek fungsi tiap-tiap alat.
3.    Di laboratorium, dosen tidak hanya memberikan bimbingan kepada mahasiswa untuk melakukan eksperimen, tetapi dapat pula menyampaikan konsep atau subkonsep non eksperimen, yang memerlukan alat bantu.
4.    Kegiatan di lapangan juga dapat dilakukan yang merupakan laboratorium alam. Dalam melaksanakan kegiatan di laboratorium alam ini adalah untuk menyampaikan atau menerapkan aplikasi-aplikasi dari materi dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar