Jumat, 29 Maret 2013

Masalah Pendidikan Di Bidang Biologi



PROBLEMA PENDIDIKAN BIDANG BIOLOGI
A.    Problem Mutu Pendidikan di Bidang Biologi
Dalam pembelajaran biologi, tidak akan pernah lepas dari berbagai permasalahan yang terkait dengan pembelajaran tersebut. Permasalahan tersebut dapat berkaitan dengan para pengajar, kurikulum, dan lain-lain. Permasalahan yang terkait dengan pengajar dapat berupa kemampuan dan keahlian pengajar apakah sudah sesuai dengan perkembangan zaman. Sedangkan masalah yang berkaitan dengan kurikulum dapat berupa ketepatan kurikulum yang berlaku apakah sudah tepat dengan perkembangan zaman yang terjadi.
Dalam mempelajari pendidikan khususnya pendidikan biologi, terdapat berbagai kendala sehingga diperlukan berbagai alternatif untuk menyelesaikannya. Cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi kendala tersebut antara lain dengan menulis buku ajar biologi yang melibatkan 3 komponen, yaitu:
1.   Guru pada jenjangnya, bertanggung jawab pada keterbacaan dan ilmu praktisnya,
2.   Biologiwan, bertanggung jawab pada kemutahiran dan kebenaran ilmunya,
3.   Pendidik biologi, bertanggung jawab dalam penyajiannya.
B.     Problem Pemerataan di Bidang Biologi
Saat ini pemerataan guru bidang biologi ditenggarai terjadi ketimpangan, yaitu jumlah guru biologi di daerah satu dengan daerah lain berbeda. Misalnya di kota, jumlah guru biologi menumpuk dan jumlah guru berlebih, sedangkan di pelosok justru kekurangan guru biologi.
Solusi atau alternatif pertama, mempunyai potensi problem sosial yang cukup tinggi, sebab sebagian besar guru, apalagi yang telah berkeluarga telah mapan secara sosial. Jika harus di mutasi keluar daerah, itu berarti banyak problem yag bisa terjadi, misal terpisah dengan keluarga, belum lagi problem ditempat yang baru.  Hal ini rentan terjadi permasalah sosial, mental dan psikologi guru yang bersangkutan, meski jauh-jauh hari para PNS sudah menanda tangani kesediaan " ditempatkan dimana saja".
C.     Problem Relevansi Keahlian di Bidang Biologi
Tugas pendidikan ialah menyiapkan sumber daya manusia. Untuk pembangunan relevansi pendidikan mencakup sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan luaran yang sesuai, dengan kebutuhan pembangunan. Luaran pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sector pembangunan yang beraneka ragam seperti sector produksi sector jasa.
Masalah ini berkenaan dengan rasio antara tamatan yang dihasilkan satuan pendidikan dengan yang diharapkan satuan pendidikan di atasnya atau indtitusi yang membutuhkan tenaga kerja, baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.
Masalah relevansi terlihat dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di atasnya. Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja
D.    Problem Keterbatasan Lapangan Kerja di Bidang Biologi
Terkait keterbatasan lapangan kerja di bidang biologi sebenarnya tidak terjadi masalah yang serius tetapi melihat kondisi sekarang yang ada bahwa banyaknya lulusan-lulusan sarjana yang tidak bekerja ini dikarenakan guru biologi pada satu sekolah telah mencukupi kuota. Sehingga sarjana-sarjana ini memilih bekerja pada bidang lain yang bukan bidangnya. Namun ada juga permasalahan yang serius, lulusan sarjana biologi kebanyakan yang menjadi guru honor pada sekolah namun upah gaji dari jasa mengajarnya tidak sesuai, semestinya saat ini Pemerintah harus mempayungi guru honor ini dikarenakan guru tersebut sudah masuk dari bagian pendidikan yang dapat mencerdaskan kehidupangan bangsa.
E.     Problem Ketidakseimbangan Gender di Bidang Biologi
1.      kecenderungan orangtua untuk memaksa anaknya masuk jurusan IPA, karena jurusan IPA lebih penting. Padahal anaknya pintar di jurusan IPS.
2.      Bahkan, saat ini sudah merambah melalui lembaga formal salah satunya adalah lembaga pendidikan dengan memasukkan ke dalam mata pelajaran sampai pada kurikulum yang dibuat berbasis gender. Bukti masuknya ide ini dalam kurikulum dapat dilihat dari adanya Kurikulum Kesetaraan Gender (IKKG) dengan nilai-nilai Integritasi pada Kurikulum yang wajib dilaksanakan guru-guru dalam kegiatan belajar mengajar yaitu: Persamaan hak laki-laki dan perempuan, perbedaan fisik laki-laki dan perempuan, partisipasi laki-laki dan perempuan, keadilan bagi laki-laki dan perempuan, kerja sama laki-laki dan perempuan, kesetaraan laki-laki dan perempuan, menghargai kemajemukan, demokrasi.
Dengan masuknya pemahaman kesetaraan gender di dalam pendidikan pada dasarnya secara perlahan akan mengarahkan kepada kesamaan perilaku siswa perempuan dan laki-laki ketika besar nanti. Ketika siswa tersebut balig baik laki-laki maupun perempuan segi penghambaan manusia terhadap penciptanya di mana ketika kesetaraan gender ini masuk melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) maka akan menjauhkan dari syariat Islam. Sebab, Islam memuliakan laki-laki dan perempuan dengan hak dan kewajiban yang berbeda-beda sesuai dengan potensi pada keduanya. Dengan masuknya ide kesetaraan maka akan berbenturan dengan hukum waris, kewajiban hak dalam berkeluarga
Perlu kita semua memahami bahwa adanya perbedaan dari segi aktivitas ini bukan berarti akan menurunkan kemuliaan dari dua makluk ini yaitu laki-laki dan perempuan. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang jika hak dan kewajiban dilakukan sesuai dengan porsinya oleh laki-laki dan perempuan dalam kehidupan maka akan menghasilkan kehidupan yang selaras dan harmonis. Kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrohmah akan terbentuk dan begitu pula dengan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu masuknya kesetaraan gender ini perlu diwaspadai sebagai racun yang sengaja ditanamkan kepada generasi muda untuk menghancurkan kehidupan di masa depan.
F.      Problem Dampak Kecanggihan Teknologi di Bidang Biologi
1.      dapat membuat peserta didik dan tenaga pendidik semakin malas. Coba banyangi semakin banyak teknologi yang memanjakan manusia maka manusia akan semakin malas bekerja dan selalu berketergantungan.
2.      merusak lingkungan khususnya perkembangan nuklir dan efek rumah kaca.
3.      Panyalahgunaan bahan kimia sebagai tindak kriminalitas.
4.      Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan melakukan kecurangan.
5.      Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
6.       Salah satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar