PROBLEMA PENDIDIKAN BIDANG BIOLOGI
A.
Problem Mutu Pendidikan di
Bidang Biologi
Dalam
pembelajaran biologi, tidak akan pernah lepas dari berbagai permasalahan yang
terkait dengan pembelajaran tersebut. Permasalahan tersebut dapat berkaitan
dengan para pengajar, kurikulum, dan lain-lain. Permasalahan yang terkait
dengan pengajar dapat berupa
kemampuan dan keahlian pengajar apakah sudah sesuai dengan perkembangan zaman.
Sedangkan masalah yang berkaitan dengan kurikulum dapat berupa ketepatan
kurikulum yang berlaku apakah sudah tepat dengan perkembangan zaman yang
terjadi.
Dalam
mempelajari pendidikan khususnya pendidikan biologi, terdapat berbagai kendala
sehingga diperlukan berbagai alternatif untuk menyelesaikannya. Cara yang dapat
ditempuh untuk mengatasi kendala tersebut antara lain dengan menulis buku ajar
biologi yang melibatkan 3 komponen, yaitu:
1.
Guru pada
jenjangnya, bertanggung jawab pada keterbacaan dan ilmu praktisnya,
2.
Biologiwan,
bertanggung jawab pada kemutahiran dan kebenaran ilmunya,
3.
Pendidik
biologi, bertanggung jawab dalam penyajiannya.
B.
Problem Pemerataan di Bidang
Biologi
Saat ini pemerataan guru bidang biologi
ditenggarai terjadi
ketimpangan, yaitu
jumlah guru biologi
di daerah satu dengan daerah lain
berbeda. Misalnya di kota, jumlah guru biologi menumpuk dan jumlah
guru berlebih, sedangkan di pelosok justru kekurangan guru biologi.
Solusi
atau alternatif pertama, mempunyai potensi problem sosial yang cukup tinggi,
sebab sebagian besar guru, apalagi yang telah berkeluarga telah mapan secara
sosial. Jika harus di mutasi keluar daerah, itu berarti banyak problem yag bisa
terjadi, misal terpisah dengan keluarga, belum lagi problem ditempat yang
baru. Hal ini rentan terjadi permasalah sosial, mental dan psikologi guru
yang bersangkutan, meski jauh-jauh hari para PNS sudah menanda tangani
kesediaan " ditempatkan dimana saja".
C.
Problem Relevansi Keahlian di
Bidang Biologi
Tugas
pendidikan ialah menyiapkan sumber daya manusia. Untuk pembangunan relevansi
pendidikan mencakup sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan luaran
yang sesuai, dengan kebutuhan pembangunan. Luaran pendidikan
diharapkan dapat mengisi semua sector pembangunan yang beraneka ragam seperti sector
produksi sector jasa.
Masalah ini berkenaan dengan rasio
antara tamatan yang dihasilkan satuan pendidikan dengan yang diharapkan satuan
pendidikan di atasnya atau indtitusi yang membutuhkan tenaga kerja, baik secara
kuantitatif maupun secara kualitatif.
Masalah relevansi terlihat dari
banyaknya lulusan dari satuan pendidikan tertentu yang tidak siap secara
kemampuan kognitif dan teknikal untuk melanjutkan ke satuan pendidikan di
atasnya. Masalah relevansi juga dapat diketahui dari banyaknya lulusan dari
satuan pendidikan tertentu, yaitu sekolah kejuruan dan pendidikan tinggi yang
belum atau bahkan tidak siap untuk bekerja
D.
Problem Keterbatasan Lapangan
Kerja di Bidang Biologi
Terkait keterbatasan lapangan kerja di bidang biologi sebenarnya tidak
terjadi masalah yang serius tetapi melihat kondisi sekarang yang ada bahwa
banyaknya lulusan-lulusan sarjana yang tidak bekerja ini dikarenakan guru biologi
pada satu sekolah telah mencukupi kuota. Sehingga sarjana-sarjana ini memilih
bekerja pada bidang lain yang bukan bidangnya. Namun ada juga permasalahan yang
serius, lulusan sarjana biologi kebanyakan yang menjadi guru honor pada sekolah
namun upah gaji dari jasa mengajarnya tidak sesuai, semestinya saat ini
Pemerintah harus mempayungi guru honor ini dikarenakan guru tersebut sudah
masuk dari bagian pendidikan yang dapat mencerdaskan kehidupangan bangsa.
E.
Problem Ketidakseimbangan
Gender di Bidang Biologi
1.
kecenderungan orangtua
untuk memaksa anaknya masuk jurusan IPA,
karena jurusan IPA lebih penting. Padahal anaknya pintar di jurusan IPS.
2.
Bahkan, saat ini sudah
merambah melalui lembaga formal salah satunya adalah lembaga pendidikan dengan memasukkan
ke dalam mata pelajaran sampai pada kurikulum yang dibuat berbasis gender.
Bukti masuknya ide ini dalam kurikulum dapat dilihat dari adanya Kurikulum
Kesetaraan Gender (IKKG) dengan nilai-nilai Integritasi pada Kurikulum yang
wajib dilaksanakan guru-guru dalam kegiatan belajar mengajar yaitu: Persamaan
hak laki-laki dan perempuan, perbedaan fisik laki-laki dan perempuan,
partisipasi laki-laki dan perempuan, keadilan bagi laki-laki dan perempuan,
kerja sama laki-laki dan perempuan, kesetaraan laki-laki dan perempuan,
menghargai kemajemukan, demokrasi.
Dengan masuknya
pemahaman kesetaraan gender di dalam pendidikan pada dasarnya secara perlahan
akan mengarahkan kepada kesamaan perilaku siswa perempuan dan laki-laki ketika
besar nanti. Ketika siswa tersebut balig baik laki-laki maupun perempuan segi
penghambaan manusia terhadap penciptanya di mana ketika kesetaraan gender ini
masuk melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) maka akan menjauhkan
dari syariat Islam. Sebab, Islam memuliakan laki-laki dan perempuan dengan hak
dan kewajiban yang berbeda-beda sesuai dengan potensi pada keduanya. Dengan
masuknya ide kesetaraan maka akan berbenturan dengan hukum waris, kewajiban hak
dalam berkeluarga
Perlu kita semua
memahami bahwa adanya perbedaan dari segi aktivitas ini bukan berarti akan
menurunkan kemuliaan dari dua makluk ini yaitu laki-laki dan perempuan.
Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing yang jika hak dan
kewajiban dilakukan sesuai dengan porsinya oleh laki-laki dan perempuan dalam
kehidupan maka akan menghasilkan kehidupan yang selaras dan harmonis. Kehidupan
keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrohmah akan terbentuk dan begitu pula
dengan kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu masuknya kesetaraan gender ini
perlu diwaspadai sebagai racun yang sengaja ditanamkan kepada generasi muda
untuk menghancurkan kehidupan di masa depan.
F.
Problem Dampak Kecanggihan
Teknologi di Bidang Biologi
1.
dapat membuat peserta didik dan tenaga pendidik
semakin malas. Coba banyangi semakin banyak teknologi yang memanjakan manusia
maka manusia akan semakin malas bekerja dan selalu berketergantungan.
2.
merusak lingkungan khususnya
perkembangan nuklir dan efek rumah
kaca.
3.
Panyalahgunaan bahan
kimia sebagai tindak kriminalitas.
4.
Kemajuan TIK juga akan semakin mempermudah terjadinya
pelanggaran terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin
mudahnya mengakses data menyebabkan orang yang bersifat plagiatis akan
melakukan kecurangan.
5.
Walaupun sistem administrasi suatu lembaga pendidikan
bagaikan sebuah system tanpa celah, akan tetapi jika terjadi suatu kecerobohan
dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
6.
Salah
satu dampak negatif televisi adalah melatih anak untuk berpikir pendek dan
bertahan berkonsentrasi dalam waktu yang singkat (short span of attention).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar