1.
Faktor yang
mempengaruhi aktifitas belajar (pendidikan)
a. Kecerdasan Intelektual (IQ)
Perkembangan
intelektual sering juga dikenal di dunia psikologi maupun pendidikan degan
istilah perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif manusia merupakan proses
psikologis yang didalamnya melibatkan proses memperoleh, menyusun, dan menggunakan
pengetahuan, serta kegiatan mental berfikir, menimbang, mengamati, mengingat
menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan memecahkan persoalan yang
berlangsung melalui interaksi dengan lingkungan.
Witheringtton
(1952) menunjukan lebih terperinci manifestasi dari indicator-indikator
perilaku intelektual itu, antara lain:
·
Kemudahan dalam menggunakan bilangan
·
Efisiensi dalam berbahasa
·
Kecepatan dalam pengamatan
·
Kemudahan dalam mengingat
·
Kemudahan dalam memahami hubungan
·
Imajinasi
Contoh Kecerdasan Intelektual Pada usia
remaja, IQ dihitung dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan yang terdiri
dari berbagai soal (hitungan, kata-kata, gambar-gambar, dan semacamnya) dan
menghitung banyaknya pertanyaan yang dapat dijawab dengan benar kemudian
membandingkan dengan daftar (yang dibuat berdasarkan penelitian terpercaya).
Untuk anak-anak, cara menghitung IQ adalah dengan menyuruh anak untuk melekukan
pekerjaan tertentu dan menjawab pertanyaan tertentu (misalnya menghitung sampai
10 atau 100, menyebut nama-nama hari atau bulan, membuka piintu dan menutupnya
kembali, dan lain-lain).
b. Kecerdasan Emosional
Emosi berkaitan dengan perubahan
fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting
dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam
arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia.
Macam-Macam Emosi:
a. Amarah : beringas, mengamuk,
benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram,
suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup,
khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira,
riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan,
kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat,
bakti, hormat, kemesraan, kasih
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak,
mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal
Jadi berbagai macam emosi di atas
mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap
stimulus yang ada. karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai
kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik
akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan
kelangsungan hidup kita. Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak
terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. masalahnya bukanlah mengenai
emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan intelektual.
Kecerdasan emosional sangat
dipengaruhi oleh lingkungan, tidak bersifat menetap, dapat berubah-ubah setiap
saat.Untuk itu peranan lingkungan terutama orang tua pada masa kanak-kanak
sangat mempengaruhi dalam pembentukan
kecerdasan emosional .Keterampilan Emosional bukanlah lawan keterampilan IQ
atau keterampilan kognitif, namun keduanya berinteraksi secara dinamis, baik
pada tingkatan konseptual maupun di dunia nyata.Selain itu, Kecerdasan
Emosional tidak begitu dipengaruhi oleh faktor keturunan.
Faktor Kecerdasan Emosional
a.
Mengenali
Emosi Diri
Mengenali
emosi diri sendiri merupakan suatu kemampuan untuk mengenali perasaan sewaktu
perasaan itu terjadi. Kemampuan ini merupakan dasar dari kecerdasan emosional,
para ahli psikologi menyebutkan kesadaran diri sebagai metamood, yakni
kesadaran seseorang akan emosinya sendiri. Menurut Mayer (Goleman, 2002 : 64)
kesadaran diri adalah waspada terhadap suasana hati maupun pikiran tentang
suasana hati, bila kurang waspada maka individu menjadi mudah larut dalam aliran
emosi dan dikuasai oleh emosi. Kesadaran diri memang belum menjamin
penguasaan emosi, namun merupakan salah satu prasyarat penting untuk
mengendalikan emosi sehingga individu mudah menguasai emosi.
b.
Mengelola
Emosi
Mengelola
emosi merupakan kemampuan individu dalam menangani perasaan agar dapat
terungkap dengan tepat atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan dalam diri
individu. Menjaga agar emosi yang merisaukan tetap terkendali merupakan kunci
menuju kesejahteraan emosi. Emosi berlebihan, yang meningkat dengan intensitas
terlampau lama akan mengoyak kestabilan kita. Kemampuan ini mencakup kemampuan
untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan atau
ketersinggungan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya serta kemampuan untuk
bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan.
c.
Memotivasi
Diri Sendiri
Presatasi
harus dilalui dengan dimilikinya motivasi dalam diri individu, yang berarti
memiliki ketekunan untuk menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan
dorongan hati, serta mempunyai perasaan motivasi yang positif, yaitu
antusianisme, gairah, optimis dan keyakinan diri.
d.
Mengenali
Emosi Orang Lain
Kemampuan
untuk mengenali emosi orang lain disebut juga empati. Kemampuan seseorang untuk
mengenali orang lain atau peduli, menunjukkan kemampuan empati seseorang.
Individu yang memiliki kemampuan empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal
sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan orang lain
sehingga ia lebih mampu menerima sudut pandang orang lain, peka terhadap
perasaan orang lain dan lebih mampu untuk mendengarkan orang lain.
Seseorang yang mampu membaca emosi orang lain juga memiliki kesadaran diri yang tinggi. Semakin mampu terbuka pada emosinya sendiri, mampu mengenal dan mengakui emosinya sendiri, maka orang tersebut mempunyai kemampuan untuk membaca perasaan orang lain.
Seseorang yang mampu membaca emosi orang lain juga memiliki kesadaran diri yang tinggi. Semakin mampu terbuka pada emosinya sendiri, mampu mengenal dan mengakui emosinya sendiri, maka orang tersebut mempunyai kemampuan untuk membaca perasaan orang lain.
e.
Membina
Hubungan
Kemampuan
dalam membina hubungan merupakan suatu keterampilan yang menunjang popularitas,
kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi Keterampilan dalam berkomunikasi
merupakan kemampuan dasar dalam keberhasilan membina hubungan. Individu sulit
untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dan sulit juga memahami keinginan
serta kemauan orang lain.
c. Bakat
Bakat dalam pengertian umum yang kita
pahami adalah kelebihan atau keunggulan alamiah yang melekat pada diri kita dan
menjadi pembeda antara kita dengan orang lain. bakat
lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan
pembawaan, yaitu yang mengenai kesanggupan-kesanggupan (potensi-potensi) yang
tertentu. Adapun potensi-potensi yang terdapat dalam diri kita yang dapat
menjadi bakat adalah:
·
Acting Ability (akting / gerakan)
·
Adventuresomeness (kepetualangan)
·
Aesthetic perceptiveness (estitika)
·
Artistic Talent (artistik)
·
Athletic prowess (ke-atlit-an)
·
Common sense (pengetahuan umum)
·
Compassion (peduli orang lain, mudah
tersentuh)
·
Courage (keberanian)
·
Creativity (kreativitas)
·
Emotional maturity (kematangan emosi)
·
Excellent memory (kehebatan menyimpan
data / menghafal)
·
Imagination (imajinasi)
·
Inquiring mind (keingintahuan)
·
Intuition (intuisi)
Daftar di atas baru sebagian dari
sekian. Masih banyak kemampuan alamiah manusia yang belum atau tidak bisa
dijabarkan. Dan lagi, kalau kita perhatikan praktek hidup, amat sangat jarang
ada orang yang hanya diberi satu kemampuan dari daftar di atas. Dalam diri
setiap manusia ada sekian kemampuan dari daftar di atas. Orang yang hebat di
bidang IT tidak berarti hanya dibekali kemampuan tekun dalam mengutak-atik
komputer. Ia juga punya kemauan keras, punya disiplin, kreatif, mau mempelajari
hal-hal baru dan seterusnya. Seorang tokoh agama tidak berarti hanya dibekali
kemampuan spiritual sensibility saja. Ia juga punya kemampuan lain yang
mendukung keunggulannya, seperti verbal, sosial, dan lain-lain.
Jadi
Pengertian Bakat (aptitude) adalah kemampuan bawaan yang merupakan
potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu
kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya kemampuan berbahasa,
bermain musik, melukis, dan lain-lain. Seseorang yang berbakat musik misalnya, dengan latihan yang
sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik, akan lebih cepat menguasai
keterampilan tersebut. Untuk bisa terealisasi bakat harus ditunjang dengan
minat, latihan, pengetahuan, pengalaman agar bakat tersebut dapat
teraktualisasi dengan baik.
d. Kepribadian
Perkembangan
pola kepribadian mulai terbentuk pada masa bayi dan masa kanak-kanak awal,
sehingga orang tua dan sanak saudara merupakan faktor penting dalam pembentukan
konsep diri yang merupakan inti pola kepribadian yang sedang berkembang, konsep
diri yang telah diletakkan agak sulit untuk dirubah sehingga perlu difikirkan
kondisi-kondisi yang membentuk konsep diri.
Aspek kepribadian meliputi watak, sifat, penyesuaian diri,
minat, emosi, sikap, dan motivasi. Gagasan tersebut memberikan gambaran kesan
tentang apa yang dipikirkan, dirasakan, dan diperbuat, yang terungkap melalui
perilaku. Berikut ini gambaran umum arti kepribadian ditinjau dari berbagai
aspek.
Kepribadian sangat perlu diketahui dan dipelajari karena
kepribadian sangat berkaitan erat dengan pola penerimaan lingkungan sosial
terhadap seseorang. Orang yang memiliki kepribadian yang sesuai dengan pola
yang dianut oleh masyarakat di lingkungannya, akan mengalami penerimaan yang
baik, tetapi sebaliknya jika kepribadian seseorang tidak sesuai apalagi
bertentangan dengan pola yang dianut lingkungannya, maka akan terjadi penolakan
dari masyarakat.
Jika terdapat kesesuaian antara kepribadian yang dimiliki
dengan lingkungan sosial, akan terjadi keseimbangan di antara keduanya,
sebaliknya jika terjadi ketidaksesuaian di antara keduanya, maka akan timbul
akibat, yaitu orang tersebut akan
mencari lingkungan sosial yang sesuai atau akan mengadakan penyesuaian terhadap
lingkungan sosialnya.
e. Minat
Apabila seseorang menaruh perhatian
terhadap sesuatu, maka minat akan menjadi motif yang kuat untuk berhubungan
secara lebih aktif dengan sesuatu yang menarik minatnya. Minat akan semakin
bertambah jika disalurkan dalam suatu kegiatan. Keterikatan dengan kegiatan
tersebut akan semakin menumbuh kembangkan minat. Sesuai pendapat yang
dikemukakan Hurlock (1990:144), “bahwa semakin sering minat diekspresikan dalam
kegiatan maka semakin kuatlah ia”. Minat dapat menjadi sebab terjadinya suatu
kegiatan dan hasil yang akan diperoleh. Minat adalah suatu pemusatan perhatian
secara tidak sengaja yang terlahir dengan penuh kemauan, rasa ketertarikan,
keinginan, dan kesenangan.
suatu kegiatan yang dilakukan tidak
sesuai minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan”. Dapat
dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan
dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi.
karakteristik individu yang memiliki
minat tinggi terhadap sesuatu yaitu: adanya perhatian yang besar, memiliki
harapan yang tinggi, berorientasi pada keberhasilan, mempunyai kebangggaan,
kesediaan untuk berusaha dan mempunyai pertimbangan yang positif. Jadi Minat adalah rasa suka dan rasa
ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh, minat pada
hakekatnya adalah penerimaan hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di
luar dirinya, semakin kuat atau semakin dekat hubungan tersebut maka semakin
besar minatnya”.
Minat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
usaha yang dilakukan seseorang. Minat yang kuat akan menimbulkan
usaha yang gigih serius dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi
tantangan. Jika seorang siswa memiliki rasa ingin belajar, ia akan cepat
dapat mengerti dan mengingatnya.
usaha yang dilakukan seseorang. Minat yang kuat akan menimbulkan
usaha yang gigih serius dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi
tantangan. Jika seorang siswa memiliki rasa ingin belajar, ia akan cepat
dapat mengerti dan mengingatnya.
fungsi minat bagi kehidupan anak sebagai
berikut:
a.
Minat mempengaruhi bentuk intensitas cita-cita.
Sebagai contoh anak yang berminat pada olah raga maka
cita-citanya adalah menjadi olahragawan yang berprestasi, sedang
anak yang berminat pada kesehatan fisiknya maka cita-citanya
menjadi dokter.
Sebagai contoh anak yang berminat pada olah raga maka
cita-citanya adalah menjadi olahragawan yang berprestasi, sedang
anak yang berminat pada kesehatan fisiknya maka cita-citanya
menjadi dokter.
b.
Minat sebagai tenaga pendorong yang kuat.
Minat anak untuk menguasai pelajaran bisa mendorongnya
untuk belajar kelompok di tempat temannya meskipun suasana
sedang hujan.
Minat anak untuk menguasai pelajaran bisa mendorongnya
untuk belajar kelompok di tempat temannya meskipun suasana
sedang hujan.
c.
Prestasi selalu dipengaruhi oleh jenis dan intensitas.
Minat seseorang meskipun diajar oleh guru yang sama dan
diberi pelajaran tapi antara satu anak dan yang lain mendapatkan
jumlah pengetahuan yang berbeda. Hal ini terjadi karena
berbedanya daya serap mereka dan daya serap ini dipengaruhi oleh
intensitas minat mereka.
Minat seseorang meskipun diajar oleh guru yang sama dan
diberi pelajaran tapi antara satu anak dan yang lain mendapatkan
jumlah pengetahuan yang berbeda. Hal ini terjadi karena
berbedanya daya serap mereka dan daya serap ini dipengaruhi oleh
intensitas minat mereka.
d.
Minat yang terbentuk sejak kecil/masa kanak-kanak sering terbawa
seumur hidup karena minat membawa kepuasan.
Minat menjadi guru yang telah membentuk sejak kecil
sebagai misal akan terus terbawa sampai hal ini menjadi kenyataan.
Apabila ini terwujud maka semua suka duka menjadi guru tidak
akan dirasa karena semua tugas dikerjakan dengan penuh sukarela.
seumur hidup karena minat membawa kepuasan.
Minat menjadi guru yang telah membentuk sejak kecil
sebagai misal akan terus terbawa sampai hal ini menjadi kenyataan.
Apabila ini terwujud maka semua suka duka menjadi guru tidak
akan dirasa karena semua tugas dikerjakan dengan penuh sukarela.
f. Motivasi
” Motivasi adalah sesuatu perubahan
energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan
reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi mengandung tiga unsur yang saling
berkaitan, yaitu: 1) motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam
pribadi, 2) motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan, 3) motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi untuk
mencapai tujuan.
Jenis-jenis motivasi
1. Motivasi intrinsik, yang timbul dari dalam diri
individu, misalnya keinginan untuk mendapat keterampilan tertentu, memperolah
informasi dan pengertian, mengembangkan sikap untuk berhasil, menyenangi
kehidupan, keinginan diterima oleh orang lain.
2. Motivasi ekstrinsik, yang timbul akibat adanya pengaruh
dari luar individu. Seperti hadiah, pujian, ajakan, suruhan, atau paksaan dari
orang lain sehingga dengan keadaan demikian orang mau melakukan sesuatu.
Motivasi sangat penting artinya
dalam kegiatan belajar, sebab adanya motivasi mendorong semangat belajar dan
sebaliknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. Motivasi
merupakan syarat mutlak dalam belajar; seorang siswa yang belajar tanpa
motivasi (atau kurang motivasi) tidak akan berhasil dengan maksimal.
Motivasi memegang peranan yang amat
penting dalam belajar, Abraham Maslow
dengan teori kebutuhannya, menggambarkan hubungan hirarkhis dan berbagai
kebutuhan, di ranah kebutuhan pertama merupakan dasar untuk timbul kebutuhan
berikutnya. Jika kebutuhan pertama telah terpuaskan, barulah manusia mulai ada
keinginan untuk memuaskan kebutuhan yang selanjutnya. Pada kondisi tertentu
akan timbul kebutuhan yang tumpang tindih, contohnya adalah orang ingin makan
bukan karena lapar tetapi karena ada kebutuhan lain yang mendorongnya. Jika
suatu kebutuhan telah terpenuhi atau terpuaskan, itu tidak berarti bahwa
kebutuhan tesebut tidak akan muncul lagi untuk selamanya, tetapi kepuasan itu
hanya untuk sementara waktu saja. Manusia yang dikuasai oleh kebutuhan yang
tidak terpuaskan akan termotivasi untuk melakukan kegiatan guna memuaskan
kebutuhan tersebut.
Dalam implikasinya pada dunia
belajar, siswa atau pelajar yang lapar tidak akan termotivasi secara penuh
dalam belajar. Setelah kebutuhan yang bersifat fisik terpenuhi, maka meningkat
pada kebutuhan tingkat berikutnya adalah rasa aman. Sebagai contoh adalah
seorang siswa yang merasa terancam atau dikucilkan baik oleh siswa lain mapun
gurunya, maka ia tidak akan termotivasi dengan baik dalam belajar. Ada
kebutuhan yang disebut harga diri, yaitu kebutuhan untuk merasa dipentingkan
dan dihargai. Seseorang siswa yang telah terpenuhi kebutuhan harga dirinya,
maka dia akan percaya diri, merasa berharga, marasa kuat, merasa mampu/bisa,
merasa berguna dalam didupnya. Kebutuhan yang paling utama atau tertinggi yaitu
jika seluruh kebutuhan secara individu terpenuhi maka akan merasa bebas untuk
menampilkan seluruh potensinya secara penuh. Dasarnya untuk mengaktualisasikan
sendiri meliputi kebutuhan menjadi tahu, mengerti untuk memuaskan aspek-aspek
kognitif yang paling mendasar.
Beberapa
strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar
siswa, sebagai berikut:
1.
Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik
2.
Memberikan Hadiah
3.
Saingan/kompetisi
4.
Pujian
5. Membantu
kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
6. Menggunakan
media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran
g. Konsentrasi
Berikut ini ada beberapa tips cara
meningkatkan konsentrasi belajar:
1. Hilangkan
Beban dan Tugas-Tugas
Jika ada PR (pekerjaan rumah)
sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak kepikiran terus-menerus pd saat kegiatan
belajar berlangsung. Lakukan identifikasi hal-hal yg hrs dilakukan /
melaksanakannya agar tidak ada beban
2. Pikirkan
Manfaat Belajar di Masa Depan
Untuk menyemangati kegiatan belajar
kita harus sedikit berandai-andai, yakni kalau kita sudah besar nanti akan
sukses jadi org pandai, penghasilan besar, punya pacar cakep, dll. Dengan
demikian maka kita akan menjadi lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita
cita-citakan
3. Jangan
Terlalu Capek
Usahakan tidak membuat jadwal
belajar dgn aktivitas fisik berlebih seperti olahraga, main seharian,
jalan-jalan ke mall, dan lainnya. Kalau sudah terlanjur capek maka bljr
sebentarpun sudah bisa membuat ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya langsung
tidur siang atau sore lalu stlh bangun tidur langsung belajar yg serius.
4. Posisi
Belajar Yang Pas
Belajar jangan dengan posisi tubuh
yang salah seperti sambil tiduran, sambil jalan-jalan, sambil nonton tv, sambil
ngobrol, sambil jongkok, dan lain sebagainya. Belajarlah dengan posisi duduk di
meja belajar jika ada atau di meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja
kursi sekolah atau kampus.
5. Tempat
yang tenang dan nyaman
Hindari lokasi belajar yg
berisik/mudah menghilangkan konsentrasi belajar kita. Bila perlu menyendirilah
anda di kamar tanpa suara apapun. Beritahu orang-orang di rumah kalau anda
sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu demi masa depan
yang cemerlang.
6. Cari
Tahu Metode Belajar Yang Tepat
Coba saja aktivitas tertentu yang
menurut kamu dapat menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak. misal
sambil mendengarkan musik, sambil menyanyi, sambil keliling-keliling, sambil
corat-coret kertas
7. Strategi
Menghapal Materi Pelajaran
Jika punya kesulitan menghapal /
memahami pelajaran maka sebaiknya membuat rangkuman pelajaran yang mudah
dimengerti dan dpt dilihat / dibaca-baca kembali jika ada yang lupa. Bisa juga
membuat hub.gmbr-gmbr yg mewakili point-poin pelajaran. Bisa juga merekam suara
kita saat membaca materi pelajaran utk didengar kembali. Bisa pula membuat
pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi yg telah dipelajari, dan
lainnya.
8. Istirahat
/ Break Jika Lelah
Jangan dipaksakan tubuh yang lelah
untuk terus belajar karena tidak ada gunanya. Percuma bila dipaksakan pun
bisa-bisa menjadi sakit spt; pusing vertigo, demam, badan lemas, masuk angin,
dan lain-lain. Pelajaran yang sudah dihapal pun mungkin saja bisa
9. Lupakan
Sejenak Masalah Cinta dan Pacar
Buat apa pacaran kalau masa depan
kamu rusak. Lebih baik jangan pacaran dulu kalau belum punya pacar atau buat
kesepakatan dengan kekasih pujaan hati untuk janji saling setia dan saling
mendukung dalam kegiatan belajar mengajar akan terlupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar